Januari 27, 2012

Kesederhanaan

2 hari ini saya libur KP, jadi punya lebih banyak waktu untuk nulis. Satu hal yang unik yang saya temui dalam perjalanan dari Wonogiri ke Bandung habis lebaran tahun lalu. Karena saya balik ke Bandung naik motor, jadi bisa memfoto setiap momen dan tempat yang dilalui, ini salah satunya.

Ya ini adalah kantor DPD kulon progo sebuah partai, kayu biasa dengan genting khas jawa yang dicat kuning. Kesederhanaan, ya kesederhanaan. Dengan gaji anggota dewan atau banyaknya kader partai tentu mereka bisa buat gedung yang bagus, namun ternyata gedung mereka seperti ini. Bagaimana cara agar para pemimpin politik untuk membaur dengan rakyat inilah yang sering dilupakan. Bukan untuk cari muka atau untuk tebar pesona, tapi untuk menjaga sikap kesederhanaan, bahwa politikus pun bagian dari rakyat, saat rakyat memang belum bisa sejahtera, maka hidup sederhana bersama mereka adalah satu kesatuan yang sangat harmonis. Bukan sebaliknya, banyak rakyat tidak bisa makan, pejabat negara malah menghambur-hamburkan uang. Berhemat, sederhana dan tidak bermegah-megahan, tidak berarti miskin, karena hidup sederhana adalah sebuah gaya hidup bukan kondisi sengsara. Semoga ada anggota DPR atau pejabat yang membaca tulisan ini.

1.  Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu, 2.  Sampai kamu masuk ke dalam kubur. 3.  Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), 4.  Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui. 5.  Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, 6.  Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, 7.  Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. 8.  Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

(At Takatsur 1-8)

Januari 26, 2012

Bumi sungguh sempit

4 tahun terakhir selama menjadi mahasiswa saya jadi sering bepergian, baik untuk lomba, jadi pemateri atau pulang kampung. Aneh memang, saya berkali-kali bertemu dengan  orang yang saya kenal atau orang yang kenal dengan teman saya, di tempat dan waktu yang tak direncanakan sama sekali. Mungkin memang bumi ini terlalu sempit.

  1. Sekitar Agustus 2007, waktu itu saya baru saja masuk ITB, saya sudah di Bandung namun ternyata ada satu surat kelengkapan daftar ulang yang tidak kebawa, yaitu akte kelahiran. Karena daftar ulang tinggal lusa, jadi saya putuskan untuk pulang mengambil akte itu, takut ga sampai kalau dikirim. Di bis, naik dari terminal cicaheum, saya duduk bersebelahan dengan mas-mas gitu. Ya coba-coba cari kenalan,” mas turun dimana? kerja atau kuliah? dimana? jurusan apa?” yah begitulah basa-basi biar akrab dulu. Dan saya terkejut saat dia bilang dia mahasiswa farmasi ITB angkatan 2004!!! waahh..kita satu prodi dan satu universitas -_-
  2. Desember 2010, Dalam perjalanan ke Bali, tepatnya menuju universitas udayana karena saat itu, kami dari Gamais ITB diminta buat ngisi training manajemen LDK. Karena sifat petualang salah seorang dari kami, sebut saja okta, kami backpacking pakai kereta ekonomi. Karena temen-temen dari Bandung semua akhwat saya putuskan duduk di kursi sendirian, nah di Surabaya ada mbak-mbak naik dan duduk di sebelah saya. Si mbak nya ngajak ngobrol dan akhirnya kita ngobrol banyak, si mbaknya ternyata mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) angkatan 2006. Dia nanya-nanya tentang ITB juga dan ternyata dia temen sekelas SMA salah satu temen saya di ITB, kang khabib. Padahal di kereta dan jauh dari bandung, masih ada ketemu sama orang yang ada hubunganya.
  3. Lupa bulan apa, kayaknya pertengahan 2011,  Saya dan beberapa anak ITB, Unpad dan UPI ikut training comdev di UIN jogja. malamnya kami masuk ke Jogja book fair di samping UIN, jalan-jalan dan beli buku. Saat lagi asyik liat buku, tiba-tiba saya di cegat oleh seseorang, pas dilihat ehh temen SMA dulu, temen di Rohis, Mahardhika!!! bahkan dia kuliah di Undip, saya di ITB dan kita ketemu di depan toko buku ditengah kerumunan ratusan orang. makin bingung saya. Ternyata dia sedang jalan-jalan bareng temen2 undip juga, kok bisa pas ketemu ya???
  4. Lalu sekitar bulan September 2011, saya dan tim peco-car masuk final lomba climate smart leaders (CSL) dan harus ikut CSL camp di Ancol. waktu itu sampai harus melupakan tugas akhir, tapi tidak apa-apa. Disana kenalan ke semua finalis dan ternyata dua orang dari mereka adalah temen SMA temen-temen saya, satu Woki temen okta dari bekasi satu lagi Indra temen khadijah dari Riau. Saya jadi mikir apa saya-nya yang kebanyakan kenalan ya? hehe. Soalnya di MITI-Mahasiswa juga begitu, kenal orang baru ternyata dia juga temennya temen saya.
  5. Nah ini yang menurut saya paling aneh, akhir Desember 2011 sampai tanggal 1 januari saya libur, jadi diputuskan untuk pulang, ternyata kereta sudah penuh tidak bisa pesan tiket lagi, lalu coba nyari bis itu pun hampir penuh, dapet deh tempat duduk bagian belakang. Pas hari berangkat seperti biasa dengan santai saya nyari nomor kursi 28. Duduk dan liat ke sebelah, ada cewek, adik tingkat di Farmasi ITB !!! angkatan 2008!! hah kamu!!! (*lebay), ” iya kak saya nomor 27″ katanya. Ya sudah jadi ngobrol tugas akhir, farmakologi, dosen-dosen killer hehehe. (tapi pas mulai malem saya menyingkir kok, dikasih pembatas tas). Seminggu di rumah saya pun balik ke bandung, sampai di terminal Jogja ada yang naik lagi, dan ternyata temen saya yang kuliah di fisika UPI, dulu kenalan saat kami sama-sama ngajar di bimbel kok bisa satu bis.

Sungguh bumi ini sangat sempit, lantas apakah kita akan tertipu dengan gemerlapnya yang tidak ada secuilnya dari Akhirat??? 4 tahun yang aneh.

Bis langganan saya

Januari 26, 2012

RCDC Bandung Raya #part 1

Cerita ini bermula pertengahan tahun lalu, ketika saya dan beberapa mahasiswa ITB, Unpad dan UPI ditugaskan untuk ikut pelatihan riset dan community development di UIN Yogyakarta. Ada adjie, shabrina, nadiyatur, andri, dea tantyo dan satu lagi anak UPI saya lupa hehe. RCDC atau Research and Community Development Center, sebuah program dibawah bidang RI dan PI MITI Mahasiswa Indonesia untuk mengaplikasikan riset dalam pengembangan komunitas. Sejenak memang mirip dengan banyak kegiatan mahasiswa yang lain. Namun kini, visi tim ini sudah berbeda, jauh berbeda, bahkan dari apa yang ditugaskan MITI-Mahasiswa sekalipun. Membuat Indonesia mandiri dengan community development bukan hal yang mudah dan sebentar tapi itu visi kami sekarang.

Saat itu kami datang ke training sore hari, rencana jam 5, tapi ternyata jalan macet dan kami ketinggalan bis, maka bis berikutnya yang kami tumpangi sekitar jam 7. Ya sudah kami nunggu di terminal cicaheum yang penuh bis antar propinsi itu, menuju magrib, kami pun ke mushola deket terminal. Sambil nunggu eh ketemu sama anak ITB juga, dia mau back packing katanya, memang dunia itu sempit, saya sering kali ketemu sama orang yang saya kenal di tempat dan waktu yang tak terduga.

Akhirnya setelah makan gorengan, ngobrol dan sholat magrib kami berangkat naik bis. Cicaheum macet sekali saat itu sehingga bis harus muter-muter dulu satu jam-an. Alhamdulillah lolos juga dari macet, kami berangkat. seperti biasa pakaijalur selatan, lewat garut, ciamis, tasik, cilacap, banyumas, kebumen, purworejo dan terminal Giwangan jogja!

Dari sana kami langsung naik bis trans jogja, satu hal yang menarik di transportasi  jogja, hampir tidak pernah macet! dengan jalan-jalan yang lebar dan tidak ada angkot, konsep yang bagus. Sampai di UIN kami salah masuk gerbang hehe, padahal di sebelahnya harusnya, lalu dijemput dan di simpen dikosan temen2 jogja, sebagaimana yang saya alami saat berkunjung ke universitas lain, kami selalu disambut ramah, “dikasih” kosan dan senyum seperti saudara, ya inilah ukhuwah, hal yang sama yang kami lakukan dulu saat Gamais ITB menerima tamu. acara training akan segera mulai, maka tanpa inget lelah kami langsung mandi, “dandan” dan sarapan, lalu menuju UIN jogja untuk training hari pertama RCDC, bersambung…

Kaitkata: , , ,
Januari 18, 2012

Agama mana yang benar?

Seringkali saya mendapat link ini http://y-jesus.org/indonesian/more/jcg-apakah-yesus-mengklaim-dirinya-adalah-allah/5/ …banyak iklan2 onlinenya, mungkin karena mereka kaya ya. Disana dijelaskan mengapa mereka percaya bahwa Yesus itu Allah. Saya menghormati bagi yang percaya, hanya saja bila anda membaca tulisan-tulisan di link tersebut dan anda benar-benar mencermati dengan akal sehat, anda bukannya semakin percaya bahwa Yesus itu Allah, malah sebaliknya. Saya sendiri yakin dengan Islam dengan konsep keesaan Tuhan, sebagaimana Ibrahim, Musa dan Nabi-Nabi lain sampaikan.

Banyak teman saya yang pintar dan IQ tinggi, namun karena keluarga mereka bukan Islam, maka mereka pun juga tidak mau belajar Islam. Coba kita pelajari baik-baik semua agama yang ada di muka bumi, pelajari langsung dari kitabNya dan sabda NabiNya atau tafsirnya jangan dari pendapat orang-orang yang memang telah didoktrin bahwa agamaNya paling benar dan didoktrin rasa benci terhadap agama lain.

Jika anda benar-benar mempelajarinya, maka saya yakin anda akan menemukan kebenaran itu. Agama yang kitabNya tidak pernah diubah oleh tangan-tangan manusia hanya karena kekuasaan semata, yang jelas dalam salah satu ayatnya terdapat jaminan bahwa kesucian kitabNya akan dijaga, tidak ada dalam kitab lain kalimat yang menyatakan Tuhan akan menjaga kitab tersebut dari pemalsuan, lantas kenapa anda yakin??? Tuhan saja tidak pernah menjamin kitab anda. Ya, hanya Al-Qur’an saja yang dijamin kesuciannya oleh Tuhan. Agama yang sabda NabiNya telah diteliti dengan sangat rinci melebihi tenaga dan waktu dalam menyusun disertasi sehingga dapat dibedakan mana yang palsu mana yang tidak. Saya sendiri dan menurut ajaran Islam percaya bahwa setiap agama langit dahulu benar, Musa dengan Yahudi, Isa (Yesus) dengan Nasrani dsb. Namun adakah data valid yang menjelaskan bahwa selama berabad-abad agama-agama tersebut tidak diubah oleh tangan-tangan manusia??

silakan direnungi dan dipelajari, karena ini tentang kita dan pencipta kita, tentang surga dan neraka…maaf bila ada yang tidak berkenan, hanya menuliskan apa yang terlintas di pikiran setelah membaca link diatas.

semoga Allah memberikan hidayah (petunjuk) untuk kita

Januari 17, 2012

lomba Tanoto Foundation – ITB

November 18, 2011

Ingin kembali ke Daerah

Hidup memang dinamis, kadang kita tidak pernah merencanakan apa yang kita lakukan hari ini. Perencanaan itu pasti, harus, namun memang Allah-lah yang menentukan segalanya. Meyakini bahwa apa yang kita peroleh adalah yang terbaik bagi kita dariNya adalah satu sikap yang akan membuat kita senantiasa semangat melakukan semuanya.

Beberapa hari yang lalu, di grup alumni Rohis SMA N 1 wonogiri, ada alumni yang mengeluhkan kepedulian alumni Rohis untuk peduli kepada almamaternya. Yah begitulah, rohis pun kurang terurus, banyak alumni yang yang tidak kembali lagi ke Wonogiri, yang kembali pun banyak yang sibuk dengan pekerjaan sendiri.

Saya memang dari dulu punya niat mengembangkan daerah, namun bukan berarti tinggal disana. Ingin sekali membuat atau menginisiasi industri kecil menengah dalam satu rangkaian community development., kurang lebih seperti apa yang kang Gorris Mustaqim lakukan di Garut. Jalan yang dulu saya rencanakan adalah saya bekerja di Industri juga membangun bisnis di kota, baru kemudian setelah mempunyai cukup jaringan, nama, dana dan sumber daya lain comdev itu saya wujudkan, setidaknya 10 tahun dari sekarang.

Saya selalu ingat apa yang dikatakan pak Ridwan Kamil pada satu seminar, “kalo kita ingin menolong orang lain, maka kita harus menolong diri kita terlebih dahulu”. Maka membuat diri kita berkecukupan, banyak uang bukan sarana untuk kita berfoya-foya, namun ia satu langkah untuk membuat diri kita lebih bermanfaat bagi orang lain. Hal inilah yang banyak orang tidak lakukan, ia menjadi pejabat, walikota, gubernur, aggota DPR, menteri, presiden dan sebagainya bukan disaat mereka sudah mempunyai harta berlebihan, namun justru saat mereka belum mempunyai banyak harta. Jabatan publik harusnya jadi tempat mengabdi untuk bangsa dan negara bukan sebagai sarana utama mencari penghasilan. Maka ya begitu hasilnya, akhirnya banyak orang korupsi, mau disuap, curhat dan minta naik gaji  dan sebagainya. Bener kata temen saya,” kalo mau kaya jangan jadi pejabat, jadilah pengusaha!  pejabat itu harusnya pengabdian”.

Itu juga mengapa saya sedikit enggan kembali ke daerah, karena dari analisis kondisi yang ada, pintu-pintu rejeki yang Allah berikan lebih banyak tersedia di kota, bisnis juga berkembang pesat di kota. Saya harus berkecukupan dulu sebelum membantu masyarakat. Namun setelah melihat kondisi daerah sekarang, juga setelah ikut kuliah apoteker saya jadi terfikir untuk kembali ke daerah segera. Masalah penghasilan sepertinya cukup dengan menjadi PNS dan bisnis di daerah. Toh biaya hidup tidak mahal. Kalau di bandung saya biasa habis 50-75 ribu dalam dua hari, di wonogiri uang 75 ribu mungkin bisa untuk biaya hidup seminggu. Peluang bisnis juga masih cukup besar, apalagi profesi apoteker di PNS setara dengan dokter atau S2, saat masuk langsung golongan III B.

Ya begitulah, hidup memang dinamis, yang penting kita tetap di jalur yang benar dan bersiap untuk segala kemungkinan terjadi. Kalau kita dari sekolah-sekolah favorit di daerah kita, kemudian masuk kampus favorit juga semua meninggalkan daerah, lantas akan diserahkan ke siapa masa depan daerah kita ??

Kaitkata: ,
November 8, 2011

Peluang & Strategi Optimalisasi Potensi Wilayah Berbasis Riset dan Comdev

Jika kita Bicara kota Bandung dan Jawa Barat umumnya apa yang terlintas di pikiran kita? Wisata, kuliner, sampah dan suhu dingin mungkin. Dalam cakupan lebih luas, Jawa Barat, kita mungkin akan terbayang kata Industri atau pabrik, tanah yang subur dan cukup hujan. Jika kita mencermati tentu kita tahu bahwa Jawa Barat merupakan salah satu provinsi termaju di Indonesia. Betapa tidak, industri-industri besar banyak terdapat disana, di Cikarang, Karawang, Bandung dan sebagainya. Tanah yang subur dan cukup hujan juga menjadi anugerah tersendiri walau akhirnya malah dibuat menjadi kawasan Industri, letak strategis dekat dengan Ibu kota Jakarta pun menjadi pilihan bagi Investor untuk menanamkan banyak modal disana. Fasilitas-fasilitas yang terdapat di sana juga cukup lengkap, bahkan beberapa Universitas negeri favorit berada disana, seperti UI di depok serta ITB dan Unpad di Bandung.

Sekarang kita coba fokus ke Bandung raya, kita bisa sedikit menggambarkan Bandung dari data-data berikut: salah satu kota tujuan wisata lokal, pernah mendapat predikat kota terkotor, penduduk padat dan terus meningkat, UMR rendah, terdapat 4 universitas negeri dan puluhan universitas swasta, banyak industry kecil menengah, kuliner kota Bandung cukup terkenal. Dari data-data yang ada sebenarnya terdapat peluang atau potensi yang bisa dimanfaatkan, yaitu bidang wisata, industri kecil menengah serta kuliner. Dari segi wisata banyak tempat wisata yang masih bisa dikembangkan dan dipromosikan seperti curug lembang, kawah putih, punclut dan ciwidey ada juga tempat bersejarah seperti museum Asia-Afrika atau kesenian khas Sunda seperti angklung dan tari-tarian. Pariwisata di Bandung saat ini masih bersifat lokal, padahal potensi-potensi pariwisata di atas jelas dapat dikembangkan menjadi wisata Internasional. Ditambah seringnya Bandung dikunjungi orang asing dengan tujuan pendidikan khususnya ke ITB seperti students exchange, riset, kunjungan luar negeri atau konferensi ilmiah, orang-orang ini yang seharusnya diberi pelayanan lebih dan dapat dimanfaatkan sebagai media promosi ke Negaranya masing-masing.

Di bidang industri kecil menengah juga dapat menjadi potensi, banyaknya masyarakat yang masih berstatus ekonomi menengah ke bawah dapat menjadi sumber SDM yang potensial, UMR di Bandung yang juga relative kecil seharusnya bisa juga dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Saat ini sudah mulai banyak indsutri-industri bermunculan, seperti industry sepatu di Cibaduyut, tekstil yang tersebar di Bandung dan sebagainya. Pemerintah seharusnya dapat memberikan suntikan dana dan bimbingan ketrampilan kepada masyarakat khususnya yang masih kurang produktif untuk memulai usaha di Bandung. Terakhir di bidang kuliner, Bandung masih menjadi salah satu kota dengan kuliner yang cukup lengkap hal ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk pengunjung yang ingin berwisata di Bandung. Untuk mewujudkan itu semua sebenarnya hanya perlu strategi sederhana, namun memang harus konsisten dan kontinyu. Ada tiga strategi yang harus diterapkan, pertama adalah edukasi masyarakat & pembimbingan, lalu pemberian dana atau kredit ringan yang terakhir promosi. Ketiga strategi tersebut akan melibatka pemerintah kota, masyarakat itu sendiri serta perguruan tinggi atau lembaga-lembaga terkait. Edukasi di lakukan oleh pemerintah dan perguruan tinggi di tempat-tempat yang potensial dilanjutkan peminjaman dana dan pembimbingan baru kemudian dibantu dengan promosi

Kaitkata: , ,
Oktober 20, 2011

Pandangan Mereka Tentang Negara

Negara, salah satu hal yang masih menjadi perbedaan pendapat antar kaum muslimin saat ini. Saya kira semua sepakat bahwa seharusnya khilafah yang berdasarkan hukum Islam sajalah bentuk Negara terbaik. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah, khulafaurrasyidin sampai tabi’ut tabi’in. Namun permasalahannya, jika kondisi itu belum tercapai saat ini, bagaimana sikap kita seharusnya?

Membentuk khilafah saat ini tantangannya jauh beda dengan zaman Rasulullah dahulu, munculnya berbagai pemahaman di ummat Islam sendiri, adanya Negara adidaya di dunia yang tentunya tidak mau tersaingi, juga Negara-negara Islam atau yang mayoritas berpenduduk Islam pun sulit untuk disatukan. Dahulu mungkin qodhoya ini juga terjadi, namun adanya Rasulullah saat itu membuat ummat Islam bersatu. Hal ini yang tidak kita punyai saat ini, karena dalam akidah kita, tidak mungkin ada Rasul baru.

Maka dengan kondisi yang ada, beberapa pendapat pun muncul.

  1. Selama pemimpin kita masih berakidah Islam, bagaimanapun kondisi akhlaknya dan bagaimanapun bentuk Negara dan cara pemilihannya, maka kita harus taat selama bukan maksiat. Jika system yang digunakan system kafir, maka kita berlepas diri saja (golput, non-partisan etc). Kita tidak boleh mengkritik pemimpin di depan umum.
  2. Kita harus mengubah bentuk Negara menjadi khilafah dan kita tidak boleh masuk ke dalam system yang sekarang. Tidak mentolerir bentuk Negara sekarang bagaimanapun kondisinya, pokoknya harus khilafah.
  3. Kita akan mengubah Negara menjadi khilafah, namun dengan kondisi sekarang, untuk bisa beramar ma’ruf nahi munkar, bertahan dalam kondisi yang ada mau tidak mau kita harus masuk ke dalam system.

Silakan cari sendiri dasar dalil dan pemahaman terkait tida pendapat diatas, saya sendiri lebih sepakat dengan pendapat terakhir. Karena tentu dengan kondisi sekarang yang ada ummat Islam harus masuk dalam system dan mempunyai peran. Bayangkan saja bila semua orang sepakat dengan pendapat pertama maupun kedua (kalau memang pendapat ini paling benar berarti semua orang harus mengikutinya bukan ?). Berarti tidak ada orang Islam di pemerintahan. Apa yang terjadi ? pendapat pertama sudah tidak bisa digunakan lagi karena pemimpinnya bukan berakidah Islam. Pendapat kedua juga berbahaya, bila tidak ada ummat Islam di pemerintahan, bisa saja dilakukan genosida seperti yang terjadi pada kaum Yahudi di Jerman dulu. Habislah ummat Islam. Pendapat yang pernah saya baca dari kelompok dua ini adalah langkah mereka dalam membentuk khilafah adalah menyebarkan opini bahwa sistem sekarang itu buruk dan solusinya adalah khilafah, satu persatu disadarkan sampai semua orang sadar dan dengan sukarela sepakat berkata,”ayo kita ganti bentuk negara menjadi khilafah”. Bisa saja negara adidaya dibantu dengan pemerintah sekarang datang menyerbu dan hanya pasrah tidak bisa melawan karena kita tidak berada dalam kekuasaaan (*pemerintahan).

Berbeda bila kita akhirnya (*terpaksa) masuk ke dalam system. Disana kita tetap bisa menyebarkan pemikiran bahwa khilafah lah yang terbaik, namun kita juga bisa mengamankan posisi ummat Islam, setidaknya dengan memastikan bahwa pemimpin kita memang selalu berakidah Islam. Disana kita juga bisa beramar ma’ruf nahi munkar secara langsung dengan kebijakan-kebijakan Negara. Bisa menghilangkan pornografi, membuat undang-undang yang membolehkan berjilbab, mengurangi tempat-tempat maksiat dsb. Banyak hal yang bisa kita lakukan bila kita berada dalam pemerintahan. Bila kita di luar, bisa saja muncul aturan pelarangan jilbab, minuman keras legal, pornografi legal. Hal ini sungguh terjadi dibanyak negara. Resiko dari pendapat ketiga ini memang bisa saja orang-orang yang masuk dalam system ini akan terkontaminasi, namun tentu itu bisa dicegah dengan pembinaan islam yang terus berlanjut. Sampai semua orang sepakat bahwa khilafah lah yang terbaik, setidaknya ummat Islam yang bercita-cita ini masih dapat hidup dan tidak akan dibantai penguasa.

Sepertinya banyak opini yang salah, nulisnya juga cuma beberapa menit, mohon dibenarkan. Wallahua’lam.

Oktober 9, 2011

Finally, S.Farm.

Tingkat 4 saya serasa hampir gila (pembuka tulisan yang aneh hehe). Kenapa? Karena ternyata banyak hal tak terduga saat tugas akhir, sehingga saya sampai bingung mengatur waktu. Sebenarnya kalau hanya tugas akhir saja tentu mudah ( walau banyak orang juga stress hanya dengan mengerjakan TA). Namun di tingkat 4 ini saya mengambil amanah dan mau tidak mau harus mengambil beberapa amanah yang ternyata cukup sulit untuk berbagi waktu.

Beberapa hal yang saya lakukan sembari mengerjakan TA: Lomba riset tanoto foundation, Lomba Climate Smart Leaders, Lomba Inovasi ITB, Program Wirausaha Mahasiswa, Ngajar bimbingan belajar, megang dua kelompok mentoring, ikut Seleksi Unilever Future Leadership Program (UFLP), ikut I-Taste Kraft Food, start up wirausaha, Jadi asisten praktikum di 3 laboratorium, aktif di kelompok riset & comdev se Bandung di bawah MITI, juga beberapa amanah “internal”. Banyak? ya, memang banyak. Makanya saya hampir gila karena harus mengerjakan semunya, sebenarnya dulu cukup optimis bisa mengerjakan semuanya dalam satu waktu. Namun ternyata tugas akhir mengubah segalanya, mulai dari judul TA yang harus nyari sendiri, bolak-balik ke perpustakaan, nyari topik, buka-buka jurnal namun tidak juga disetujui topiknya, malah disuruh ngerangkum buku tentang analisis kimia, metode yang salah, percobaan yang gagal terus, dosen yang bagi saya bukan menjadi dosen pembimbing namun dosen pengkritik, banyaklah. Intinya TA bagi S1 mending nyari dosen baik yang sudah punya topik, biasanya dari proyek.

Finally, TA selesai sudah, walau saya dan dosen saya sepakat bahwa TA saya belum pantas untuk membuat saya menjadi sarjana, karena belum maksimal. Ada dua saran penting yang ingin saya berikan, pertama pastikan TA S1 kita mudah, dengan dosen yang mudah. Jika mau TA yang susah, jangan sampai terjebak dalam banyak amanah, tolak saja semua amanah yang diberikan, satu atau dua amanah saat megerjakan TA itu sudah cukup. Selamat mengerjakan TA!!!

Kaitkata: , , , ,
Agustus 15, 2011

Saya Labil?

Tingkat akhir, sudahkah memutuskan rencana masa depan? tentu. Cita-cita dan rencana mencapai  cita-cita itu sudah ada, yaitu pengusaha dan berpartisipasi dalam mengambil kebijakan di pemerintahan (spesifiknya rahasia). Hanya saja langkah awal yang sekarang masih memerlukan analisis kondisi lebih jelas, langkah mana yang dipilih. Yang jelas untuk mencapai cita-cita itu perlu pendidikan, pengalaman serta keberhasilan di langkah awal yang mencukupi. Ada beberapa pilihan setelah lulus : lanjut kuliah apoteker, fokus ke start up usaha, bekerja di perusahaan atau fokus berburu beasiswa S2 ke luar negeri. Sebenarnya ada yang bisa dikompromikan, yaitu kuliah apoteker sambil start up usaha dan bekerja di perusahaan sambil kuliah S2 dalam negeri, atau bekerja sambil startup usaha. Semua opsi bisa sambil berburu beasiswa S2 ke luar negeri, namun tentu saja tidak fokus.

Ya, pada akhirnya saya sekarang mencoba mempersiapkan semua opsi, dan semua akan tergantung dengan kondisi nanti, tergantung dengan kondisi yang Allah tetapkan tepatnya. Jadi jangan aneh ya kalau melihat saya tes-tes kerja, tapi juga ikut ke pameran-pameran beasiswa S2, juga ngerjain proyek-proyek dan usaha kecil-kecilan. Soalnya kemarin ada yang nanya, ” Wahyu kenapa jadi berubah 180 derajat gitu, katanya pengen jadi pengusaha trus kenapa jadi mau nyari beasiswa S2?” gitu kira-kira. Bukan labil, namun mempersiapkan segala kemugkinan.

Dan Allah-lah pemberi keputusan terbaik

Kaitkata: ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 228 pengikut lainnya.