titrasi bebas air, praktikum ku yang tak terlaksana

TUJUAN

Menentukan kuantitas senyawa obat dengan Titrasi Bebas Air

PRINSIP PECOBAAN

Sebagian senyawa organik aktif tidak dapat ditentukan kadarnya dalam larutan air menurut cara titrasi protolisis karena keasaman atau kebasaannya sangat lemah. Dalam hal ini, titrasi protolisis dilakukan dalam lingkungan pelarut bukan air berdasarkan atas teori asam-basa Bronsted.

Pada titrasi asam lemah dan basa lemah dalam pelarut bukan air pengaruh pelarut terhadap tetapan disosiasi (Ki) tetapan disosias (Kd) dan dan tetapan keasaman dan kebasaan senyawa yang akan ditentukan harus diperhatikan. Terutama pengaruh tetapan dielektrik pelarut pada reaksi protolisis senyawa yang terjadi dalam larutan bukan air. Prinsip lebih lanjut diterangkan dalam pembahasan.

PROSEDUR

Baca Lanjutannya…

Selamat Datang…!!!

Indonesia Mandiri dengan Optimalisasi Peran perguruan tinggi

Kondisi Indonesia saat ini tidak sesuai dengan potensi yang ada, permasalahan terbesarnya adalah pada sumber daya manusia Indonesia sendiri. Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga utama yang dapat membuat perubahan. Menggagas Indonesia ke depan, sebagai warga negara yang cinta akan Indonesia tentunya kita menginginkan Indonesia yang lebih baik. Disini dijabarkan dalam gagasan Indonesia mandiri, Indonesia yang dapat berdiri sendiri tanpa ketergantungan terhadap negara lain. Banyak masalah yang dihadapi Negara Indonesia namun ternyata banyak juga hal yang bisa dilakukan oleh perguruan tinggi, sehingga untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan membuat Indonesia mandiri maka solusi utamanya adalah optimalisasi peran perguruan tinggi.

Baca Lanjutannya…

VOLUME DAN KAPASITAS RESPIRASI

Sistem respirasi bersama dengan sistem sirkulasi merupakan alat pertukaran gas utama antara tubuh dengan lingkunganya serta transport dari dan menuju sel-sel. Secara anatomi sistem ini dapat dibagi menurut letaknya, yaitu bagian atas (diatas larynk) dan bagian bawah (larynk ke bawah), sedangkan secara fisiologis dapat dibagi menjadi divisi konduksi dan dan divisi respirasi.
Mekanisme bernafas dibagi menjadi dua yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inpirasi terjadi bila diafragma dan otot interkostal berkontraksi yang meningkatkan ukuran dada. Ketika tekanan intrapulmonary turun udara masuk ke paru-paru sampai tekaakn intrapulmonary dan tekanan atmosfer sama. Ekspirasi lebih bersifat pasif, terjadi begitu otot-otot inspitasi relaksasi dan paru-paru kembali ke semula. Bila tekanan intrapulmonary mlebihi tekanan amosfir, udara keluar dari paru-paru

Ada empat jenis volume respirasi dan empat jenis kapasitas respirasi. Volume respirasi antara lain :volume tidal, yaitu volume udara pada inhalasi dan ekshalasi normal. Volume Inspirasi cadangan yaitu volume udara yang dapat diinhalasi lagi setelah inhalasi volume tidal normal. Volume ekspirasi cadangan yaitu volume udara yang diekshalasikan lagi setelah ekshalasi volume tidal normal. Sedangkan kapasitas paru-paru antara lain :kapasitas total paru-paru yaitu jumlah maksimal udara yang dikandung paru-paru setelah melakukan inspirasi maksimal. Kapasitas vital yaitu jumlah maksimal udara yang dapat diekspirasikan setelah inspirasi maksimal. Kapasitas inspirasi yaitu kandungan udara maksimal yang dapat di inspirasi setelah ekspirasi normal. Kapasitas residu fungsional yaitu volume udara yang tertinggal dalam paru-paru setelah ekspirasi volume tidal normal.

Baca Lanjutannya…

Pemisahan senyawa organik

              Kelarutan senyawa dinyatakan sebagai jumlah gram zat terlarut dalam 100 ml pelarut pada 25o C. Senyawa akan larut dalam suatu pelarut jika kekuatan atraktif antara kedua molekul ( zat terlarut dalam pelarut) adalah sesuai. Yang polar larut dalam pelarut polar dan sebaliknya.
         Ekstraksi adalah metode pemisahan yang melibatkan proses pemindahan satu atau lebih senyawa dari satu fasa ke fasa lain dan didasarkan pada prinsip kelarutan, Jika kedua fasa tersebut adalah zat cair yang tidak saling bercampur, disebut ekstraksi cair-cair.
Dasar metode ekstraksi cair-cair adalah distribusi senyawa diantara dua fasa cair yang berada dalam keadaan kesetimbangan. Perbandingan konsentrasi di kedua fasa terseut, disebut koefisien distribusi , K , yaitu K = ca/cb. Perpindahan senyawa terlarut dariu satu fasa ke fasa lain akhirnya mencapai keadaan setimbang pada jumlah ekstraksi dilakukan, bukan volume pelarut. Hal ini dinyatakan dengan perhitungan dengan perhintunagan konsentrasi zat terlarut.
                        

                                                   Cn = Co [ KV1 / (KV1 + KV2) ] n

           Prinsip pemisahan berdasarkan ekstrasi menggunakan dasar perbedaan kelarutan suatu zat. Ekstrasi adalah metoda pemisahan yang melibatkan proses pemindahan satu atau ebih senyawa dari satu fasa ke fasa yang lain dan didasarkan pada prinsip kelarutan. Dalam ekstrasi ini secara umum prinsip pemisahannya adalah senyawa tersebut kurang larut dalam pelarut yang satu dan sangat larut dalam pelarut yang lain. Biasanya air digunakan sebagai pelarut polar, pelarut lainnya adalah pelarut yang tidak bercampur dengan air. Syarat lainnya adalah pelarut organik harus memiliki titik didih jauh lebih rendah daripada senyawa terekstrasi, tidak mahal dan tidak bersifat racun.
          Kafein adalah senyawa yang termasuk dalm golongan alkaloid. Alkaloid adalah senyawa yang mengandung atom nitrogen dalam strukturnya dan banyak ditemukn dalam tanaman.

Baca Lanjutannya…

Perguruan tinggi, Mahasiswa dan Mayarakat

Hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terikat oleh atau yang mengikatkan diri pada suatu asas tertentu ( Tejoyuwono Notohadiprawiro, 2006 ). Sebenarnya perguruan tinggi sendiri juga termasuk masyarakat, yaitu masyarakat yang menganut asas pada profesionalisme ilmiah, masyarakat yang dimaksud lebih sering kita sebut dengan “ masyarakat kampus “. Perguruan tinggi adalah masyarakat yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu elemen pengajar atau pendidik ( disebut pula staf akademik atau dosen ), elemen pelajar atau anak didik ( disebut mahasiswa ) dan elemen non-edukatif, elemen ketiga ini terdiri dari pegawai teknik (studio, laboratorium, kebun, kebersihan, dan sebagainya), tata usaha dan keuangan serta pegawai non-spesifik (pesuruh, penjaga, dan lain-lain). Sedangkan menurut Chairuddin P. Lubis dari Universitas Sumatra Utara tiga utama elemen diatas dilengkapi dengan elemen sarana dan prasarana.

Perguruan tinggi sebagai masyarakat kampus tidak akan lepas dari lingkungannya yaitu masyarakat secara universal, di ruang lingkup Negara Indonesia yang dimaksud masyarakat universal yaitu rakyat atau masyarakat Indonesia itu sendiri, sehingga masyarakat kampus pun menjadi bagian dari masyarakat dan kebudayaan Negara Indonesia. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 5 tahun 1980 tentang pokok-pokok organisasi Universitas/Institut negeri pasal 3, bahwa tugas pokok Universitas/Institut adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran diatas perguruan tingkat menengah, yang berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia secara ilmiah. Selanjutnya pada pasal empat disebutkan bahwa pendidikan dan pengajaran merupakan satu kesatuan dengan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam bab umum dijelaskan bahwa “universitas/Institut sebagai salah satu aparat pelaksana departemen Pendidikan dan Kebudayaan………. perlu dibina, disempurnakan dan ditertibkan secara terus-menerus, agar dapat mampu menjadi alat yang efektif dan efesien, sehingga mampu melaksanakan tugas umum pemerintah……… .”, sehingga mandat utama perguruan tinggi di Indonesia adalah memberi nilai tambah dan mengabdi untuk masyarakat dan pemerintah setempat ( Irwandi, 2009 ).

Jika melihat lebih jauh lagi, perguruan tinggi sebagai masyarakat kampus mempunyai tiga amanat penting yang terangkum dalam tri dharma perguruan tinggi :

1. Pendidikan dan pengajaran

2. Penelitian

3. Pengabdian masyarakat

Disana terdapat hubungan yang sangat erat antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Pengabdian masyarakat sudah jelas tercantum, hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah ada. Selain itu dharma pendidikan dan pengajaran serta penelitian pun juga pasti berhubungan dengan masyarakat (dalam arti universal). Dharma pendidikan dan pengajaran memposisikan perguruan tinggi sebagai agen transfer ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang dianut oleh insan akademis, dimana mahasiswa yang akan menjadi penerus bangsa mendapat bekal untuk melanjutkan kehidupan bangsa Indonesia nantinya. Fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa pada akhirnya insan-insan akademis yang telah mendapat bekal inilah yang mempunyai peran di masyarakat, sebagai contoh, presiden pertama Indonesia sekaligus prokalamator kemerdekaan Indonesia, Ir. Sukarno, merupakan hasil pendidikan dari perguruan tinggi, tepatnya di Technische Hooge School (THS) yang merupakan cikal bakal Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian bisa kita lihat tokoh lain seperti Dr. Soetomo, Drs. Muhammad Hatta atau sekarang tokoh-tokoh seperti B.J. Habibie, Amien Rais, Aburizal Bakrie dan lain-lain merupakan agen-agen pengabdi masyarakat hasil pendidikan dari perguruan tinggi. Dharma penelitian pun begitu juga, pada akhirnya pun semua diarahkan kepada pangabdian kepada masyarakat, terbukti dengan adanya lembaga-lembaga penelitian yang memang difokuskan untuk mengabdi kepada masyarakat seperti Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M Dikti), lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat – ITB, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia dan lembaga-lembaga sejenis lain yang ada di Indonesia. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa perguruan tinggi dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat dimana mandat utama perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat yang kemudian dengan segala elemen yang ada mentransformasikan masyarakat menjadi masyarakat madani.

Beberapa Bentuk Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa ITB

Sebagai bagian dari Masyarakat kampus, Mahasiswa juga harus berperan bagi masyarakat. Di ITB, hampir di setiap organisasi mahasiswa terdapat divisi pengabdian masyarakatnya. Beberapa contoh kegiatan yang besar diantaranya :

1. Program Palapa Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) ITB

‘Tim Palapa berhasil membangun pembangkit listrik tenaga air skala pikohidro di desa tertinggal, desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Sabtu (21/02/09), bertempat di desa Jayamukti, Tim Palapa ITB melakukan launching sebagai pertanda telah diserahkannya pembangkit listrik tersebut kepada warga setempat. “Kita dari awal telah bekerja sama dengan masyarakat dalam merencanakan dan membangun pembangkit tersebut,” ujar Randi Putra, ketua Palapa Jaya’ (http://www.itb.ac.id/news/2344.xhtml diakses tanggal 3 Maret 2009 pukul 10.30 WIB)

Sebagaimana disebutkan dalam artikel diatas program yang cukup berhasil dan cukup bermanfaat yang dilakukan mahasiswa ITB adalah program palapa HME ITB ini.

2. Proyek HIMATEK untuk pengabdian masyarakat 2008

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB (HIMATEK) pada tahun 2008 juga melakukan rangkaian pengabdian masyarakat, yaitu :

1. Proyek Reklamasi Air Bersih

“ Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak setahun yang lalu, ketika mahasiswa Program Studi Teknik Kimia angkatan 2006 melakukan kerja besar, membangun unit pengolahan air bersih berbasis teknolpogi membran di Desa Cililin. Teknologi ini dikembangkan di Kelompok Keahlian Perancangan dan Pengembangan Proese Teknik Kimia ITB oleh Dr. I Gede Wenten. Unit ini dibangun oleh mahasiswa dan dibantu oleh masyarakat setempat….” (http://sampahbandung.blogspot.com/2008/05/proyek-himatek-untuk-pengabdian-pada.html )

2. Pembelajaran Pembuatan Kompos

“ Sudah dimulai beberapa tahun yang lalu di kawasan Cisitu Baru, dan tahun lalu kegiatan diteruskan di Desa Legok Hilir, Dago. Mengesankan, ketika mendengar bagaimana mahasiswa masuk ke sana dan melakukan pelatihan bagaimana membuat kompos dari sampah organik pada masyarakat. Hebatnya, ternyata mahasiswa tidak berhenti sampai di sana saja. Proses monitoring dan evaluasi dilakukan sepanjang tahun dan proses pembelajaran ini ternyata berhasil memotivasi sekitar 50% dari total kepala keluarga yang dilatih setahun yang lalu.”

(http://sampahbandung.blogspot.com/2008/05/proyek-himatek-untuk-pengabdian-pada.html )

3. Desa Mitra-KM ITB

“ Desa Mitra merupakan suatu bentuk kegiatan yang dirancang oleh Departemen Pengabdian Masyarakat Keluarga Mahasiswa ITB sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa ITB terhadap pemasalahan sosial dan memanfaatkan disiplin ilmu mahasiswa ITB melalui penyelesaian permasalahan tersebut pada sebuah komunitas masyarakat skala desa sehingga bisa menjadikan sebuah desa menjadi mandiri. Oleh karena itu, Desa Mitra PM KM ITB mengadakan suatu kegiatan yaitu Composting di Desa Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat desa dan berangkat dari masalah-masalah yang dihadapi oleh desa tersebut. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ikon bagi kegiatan kemahasiswaan yang dapat menumbuhkan, memelihara dan meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa ITB terhadap gejolak dan masalah yang ada serta berkembang dalam masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan mahasiswa di ITB sebagai potensi nyata dalam menerapkan pengabdian pada berbagai cabang pofesi teknologi yang saling bekerjasama sehingga timbul kesadaran yang nyata dan terintegrasi dalam pengabdian masyarakat.”

(http://www.km.itb.ac.id/web/index.php?option=com_content&view=article&id=163:desa-mitra&catid=66:informasi-informasi-tentang-aliansi-desa-mitra&Itemid=72 )

Demikian sebagian dari bentuk pengabdian mahasiswa ITB bagi masyarakat, yang tentunya dapat dijadikan bahan percontohan dan tentunya menjadi bentuk aplikasi dari Tri Dharma Perguruan tinggi itu sendiri.

Olimpiade KM ITB 2009

Ketika libur apa yang akan kita lakukan?? pulang kampung, liburan diluar negeri, ke bali, atau tiduran aja di kost (maklum kebanyakan anak ITB ga punya bayak waktu tidur ketika udah kuliah) wah macem-macem ya… tapi ada satu yang akanolimpiade KM ITB 2009 dilakukan hampir semua anak ITB di liburan semester ganjil 2009 ! apa itu ? yup ! berlaga di olimpade KM ITB 2009. Begitu juga aku sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) ITB. kebetulan dari dua cabang yang kuikuti sudah ada satu cabang yang selesai. Yaitu cabang catur, yang merupakan cabang pertama yang mengeluarkan pemenangnya

chess

medali_1_1196084431 kebetulan, he3 sekedar info aja setelah perjalanan yang panjang, kerja keras, setelah keringat tercucur, darah tercurah, segala daya dan upaya dilakukan demi himpunan tercinta, akhirnya aku dapat medali perak…(walaupun agak nyesel, kenapa gk medali emas).  Nah untuk cabang berikutnya,  tenis meja. Doain aja  masih bisa berkontribusi buat HMF tercinta ya…

Di Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat

kalau lagi gak sehat minum aja obat (buatan anak farmasi loh, he3, ga penting)

UNTUK  TUHAN BANGSA DAN ALMAMATER, MERDEKA !

“Muslim Scientist Institute” angkatan ke-2

LDFMIPA, LDS Farmasi KamiFa, LDSITH Al-Hayaat mempersembahkan :

msi7

Deskripsi Acara

Waktu Pelaksanaan Acara : 1 Februari 2009 – 22 Februari 2009

Opening MSI: Hakikat Ilmu dan Keilmuan

Pendalaman dan internalisasi citra seorang muslim yang prestatif sehingga muncul motivasi untuk menjadikan masa-masa belajarnya di kampus efektif dan efisien. Selain itu, tumbuhnya keinginan mereka untuk mempercepat proses belajarnya. Dan juga penanaman tentang hakikat Ilmu dan keilmuan, sebagai seorang calon ilmuan menjadi tujuan acara ini

Agenda : 1. Program MSI dibuka oleh Ketua Gamais ITB

2. Talkshow tentang hakikat ilmu dan keilmuan oleh Dekan FMIPA, SITH, dan SF

3. Diskusi Panel mengenai perbedaan Ilmuwan scientist dan engineer

Tema : “Hakikat Ilmu dan Keilmuan

Waktu : 1 Februari 2009, pukul 07.30 -15.00 WIB

Tempat : Gedung Serba Guna Salman ITB

Muslim Scientist Super Camp

Pembinaan intensif yang membekali peserta dengan berbagai pemahaman dan kompetensi awal. Acara ini menjadi pemicu awal agar peserta dapat mengakselerasi pemahaman dan kemampuan dirinya secara mandiri. Pembekalan ketauhidan sangatlah penting guna menjadi muslim yang prestatif.

Agenda : 1. Studium General dan Ceramah Umum

2. Games, Simulasi, Training dan Outbond Training

3. Kunjungan ke Yayasan DT

Tema : “How to be a Great Muslim Scientist“

Waktu : 6-8 Februari 2009

Tempat : Masjid At-Taqwa KPAD dan Ponpes DT

Muslim Scientist Training

Pembekalan akal yang berupa training multi-softskill akan diberikan dalam acara ini. Dalam acara ini akan ditekankan pada creativity development kemampuan yang menunjang keilmuan dan keprofesiannya di masa yang akan datang.

Agenda : 1. Management waktu, prioritas, potensi, dan emosi

2. Public Communication

3. Problem Solving Skill

4. Metode Berfikir Ilmiah

Tema :

“Membangun ilmuwan muslim yang berkompeten di Bidangnya”

Waktu : 14 februari 2009, Pukul 07.30-15.00 WIB

Tempat : Ruang 9231 GKU Timur

Closing MSI: Muslim Scientist In Adventure

Pembinaan Islam terpadu meliputi pembinaan ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah. Dalam acara ini, peserta akan dibina dan dilatih dengan kondisi yang mendekati realitas, yakni di alam.

Agenda : 1. Tafakkur Alam dan Full Outbond

2. Simulasi, Games, Perlombaan, Olah Fisik (Full Outbond Training)

Tema : “Mengenal Allah Lebih Dekat Melalui Ciptaan-Nya”

Waktu : 21-22 Februari 2009

Tempat : Pondok Hijau dan daerah sekitar UPI.

nah bagi yang mau daftar (khusus untuk angkatan 2008/2007), langsung aja tulis komentar dengan format : NAMA_NIM_NO.HANDPHONE

nanti akan dihubungi panitia….. segera !! sebelum tanggal 25 Januari 2009 ada diskon !!

ldsf-gamais-itb1

PERJALANAN PANJANG MENUJU PELANTIKAN KADER MUDA GAMAIS 2008

Sabtu-Ahad, 20-21 Desember 2008 adalah hari bersejarah bagi kader mula Gamais 2008. Setelah melewati masa yang cukup panjang semenjak mahahasiswa baru 2008 masuk, melewati masa penyambutan mahasiswa baru dan Ramadhan (PMB-R) Gamais, kemudian melalui rangkaian pembinaan di OASIS Gamais, akhirnya 104 orang ikhwan dan 59 orang akhwat dilantik menjadi kader muda oleh kepala Gamais ITB; Panji Prabowo (FT 06) di sebuah bukit di desa bojong koneng, Bandung.

img2966a1

Satu semester memang masa yang panjang, dan tidak semua orang bisa melewatinya dengan mudah,terbukti dari sekitar 860-an orang yang mendaftar sebagai kader Gamais di Open House Unit InKM 2008 hanya 163 yang yang dilantik hari ahad itu. Tapi memang seperti inilah karakteristik da’wah, tidak semua orang mau dan mampu mengembannya, kecuali hanya sebagian saja.

12

Sesuai ayat diatas memang hanya segolongan ummat, tidak semua, dan beruntunglah orang-orang yang termasuk dalam golongan itu, yang Allah telah menjanjikan jannah padanya.
Hanya orang-orang terpilih-lah yang mampu bertahan sampai akhir untuk mengemban amanah sebagai kader da’wah, dimana ia harus menjadi pribadi yang sholeh dan mampu men-solehkan orang lain, sungguh tidak mudah bagi orang-orang yang tidak memiliki visi dan keinginan kuat untuk selalu berada dalam jalan-Nya

2

Baca Lanjutannya…