Spektrofluorometri untuk mengukur kadar Kinin Sulfat

I. TUJUAN
Menentukan konsentrasi sampel Kinin dengan teknik analisis kuantitatif spektrofluorometri

II. PRINSIP PERCOBAAN
Spektrofluorometri adalah metode analisis kimia kuantitatif yang berdasarkan flourecence. Flourecence dan phosporecence adalah bagian dari photoluminence, yaitu tipe spektroskopi optik dimana sebuah molekul tereksitasi dengan mengabsorbsi ultraviolet, sinar tampak dan radiasi inframerah dekat. Molekul tereksitasi akan kembali kepada keadaan dasar atau ke tingkat eksitasi lebih rendah, dengan mengemisikan sinar. Sinar yang diemisikan inilah yang akan diukur.

Karakteristik flourecence spektrometri adalah sensitivitas yang tinggi. Fluorometri dapat menerima limit deteksi dengan kekuatan sinyal lebih rendah dari teknik lain. Limit deteksi sekitar 10-10 M atau lebih rendah bisa saja diukur dari sebuah molekul.
Langkah pertama pada pengukuran flourecence adalah eksitasi elektronik dari sebuah molekul analit yang mengabsorbsi foton. Di flourecence, spin pada keadaan dasar dan tereksitasi adalah sama. Pada banyak molekul organic, kedaan dasar adalah singlet state (semua spin berpasangan). Flourecence terjadi ketika sebuah molekul dipromosikan ke keadaan tereksitasi dengan absorpsi, dan kemudian kembali pada keadaan dasar dengan emisi.

Struktur molekul yang berflouresensi adalah struktur aromatik, atau struktur yang mengandung ikatan rangkap terkonjugasi, yaitu elektron π dan elektron n dalam dua ikatan rangkap atau lebih, sehingga dalam molekul tersebut terdapat sejumlah elektron dengan mobilitas tinggi dibandingkan dengan elektron lainya.

Untuk analisis kuantitatif, pada konsentrasi fluorofor yang rendah, intesitas fluoresensi sebanding dengan konsentrasi fluorofor dan untuk perhitungan digunakan fluoresensi larutan sampel dibandingkan dengan larutan baku.
                    Fsampel – Flb
Csampel = ————- x Cbaku
                     Fbaku – Flb

III. ALAT & BAHAN

  •  Spektrofluorometer
  •  Kuvet
  •  Labu takar
  •  Pipet
  •  Gelas kimia
  •  Larutan asam sulfat (H2SO4) 0,1 N.
  •  Larutan induk kinin sulfat 1 µg/ml, diencerkan menjadi 0,1; 0,15; 0,2; 0,25; 0,3 µg/ml.
  •  Larutan sampel.

IV. CARA KERJA

 

  •  Alat-alat dan bahan disiapkan
  •  Disiapkan larutan standard kinin yaitu 0.1, 0.15, 0.2, 0.25, 0.3 ppm dengan pengenceran dari larutan stok dengan 0,1 N H2SO4
  • Larutan kinin sulfat 1 µg/ml dimasukkan ke dalam kuvet, kemudian ditempatkan ke dalam ruang pengukuran pada spektrofluorometer.
  •  Besar intensitas fluororesensi maksimum untuk monokromator eksitasi dari literatur dimasukkan pada alat spektrofluorometer.
  •  Besar intensitas fluororesensi maksimum monokromator emisi dari literatur dimasukkan pada alat spektrofluorometer.
  •  Dilakukan pengukuran intensitas fluororesensi (pada monokromator eksitasi) untuk blanko (asam sulfat 0,1 N).
  •  Dilakukan pengukuran intensitas fluororesensi (pada monokromator eksitasi) untuk masing-masing larutan yang diencerkan.
  •  Dilakukan pengukuran intensitas fluororesensi (pada monokromator eksitasi) untuk sampel.

V. DATA PENGAMATAN & PENGOLAHAN DATA
a. Data Pengamatan
Tabel 1. Pengamatan
Bahan Intensitas pada λ=450 nm
Blanko 0,4
Sampel 31
0,1 ppm 14
0,15 ppm 19.9
0,2 ppm 26
0,25 ppm 32
0,3 ppm 39

Panjang gelombang (λ) eksitasi : 350 nm
Panjang gelombang(λ) emisi : 300-400 nm
Panjang Gelombang (λ) max : 450 nm
Alat : Shimadzu Data Recorder DR-3
b. Pengolahan Data
Pengenceran
Larutan awal : 100 ppm
1. Dibuat Larutan Stok : 1 ppm
Perhitungan
V1.M1 = V2.M2
V1.100 ppm = 100 mL. 1ppm
V1 = 1 mL
2. Larutan standar : 0,1 ppm
V1.M1 = V2.M2
V1.1 ppm = 25 mL. 0,1ppm
V1 = 2,5 mL
3. Larutan standar : 0,15 ppm
V1.M1 = V2.M2
V1.1 ppm = 25 mL. 0,15ppm
V1 = 3,75 mL
4. Larutan standar : 0,2 ppm
V1.M1 = V2.M2
V1.1 ppm = 25 mL. 0,2ppm
V1 = 5 mL
5. Larutan Standar : 0,25 ppm
V1.M1 = V2.M2
V1.1 ppm = 25 mL. 0,25ppm
V1 = 6,25 mL
6. Larutan Standar : 0,3 ppm
V1.M1 = V2.M2
V1.1 ppm = 25 mL. 0,3ppm
V1 = 7,5 mL

Tabel 2. Pengolahan Data
Bahan Intensitas pada λ=450nm Intensitas Bahan-Blanko pada λ=450nm
Blanko 0,4 –
Sampel 31 30,6
0,1 ppm 14 13,6
0,15 ppm 19.9 19,5
0,2 ppm 26 25,6
0,25 ppm 32 31,6
0,3 ppm 39 38,6

Dari grafik didapatkan persamaan regresi:

y = bx + a
I = m.C + Io
I = 124,2 C + 0,94
Dengan perhitungan kalkulator didapat R2 = 1
Maka dapat diketahui konsentrasi sampel dengan cara substitusi nilai intensitas sampel dikurangi blanko pada panjang gelombang 450nm.
I sampel = 30,6
I = 124,2 C + 0,94
I = 124,2 C + 0,94
C = 0,23 ppm
Dengan faktor pengenceran : 20 kali
Maka konsentrasi sebenarnya dari larutan sampel yaitu kinin sulfat adalah sebesar 0,23 x 20 = 4,6 ppm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s