3 days adventure

3 hari di pekan ketiga bulan Mei ini tak kan terlupakan (agak lebay), karena memang petualangan 3 hari ini agak beda. Saya pernah naik gunung, renang di sungai pas banjir, renang di laut, naik motor ratusan kilometer juga backpacking pake kereta ekonomi. 3 hari ini salah satu bagian dari petualangan itu. Hari pertama, tanggal 21 mei saya harus ke tangerang selatan, tepatnya ke puspiptek untuk ke Masyarakat Nanotech Indonesia, rencana jam 10 berangkat. Sebelum itu saya harus ke gedung sate, ke pemprov jabar untuk ngumpulin form lomba anugrah inovasi jabar. Setelah cari-cari akhirnya ketemu juga ruanganya, nunggu antri sebentar, form langsung dikumpulin lalu berangkat menuju travel. Ternyata baru dapet travel yang berangkat jam 11.00

Sampai di tangerang sekitar jam 2, setelah makan siang kami rapat dengan pengurus masyarakat nanotech Indonesia (MNI) untuk membahas proyek community development. Rapat berlanjut hingga jam 5 sore, dan saat akan pulang ternyata hujan deras. Setelah sholat magrib, kami pun diantar naik motor ke arah travel di tengah rintik hujan. Hari pertama memang tidak begitu istimewa, saya sampai di rumah tengah malam lalu segera tidur karena esok nya, pagi-pagi harus segera ke bekasi.

Selasa, 22 Mei saya bangun kesiangan (sekitar jam 4.45), rencana bangun sebelum shubuh lalu berangkat ke bekasi setengah 6, namun karena mungkin lelah kemarin habis ke tangerang dan pulang tengah malam, jadinya kesiangan. Saya ke cikarang karena harus memberikan surat kerja praktek apoteker (PKPA) ke kalbe farma, selain itu juga mencari kos. Berdua dengan temen naik motor, karena selain harus muter-muter cari kos, saya sih lebih merasa ada tantangannya kalau naik motor. Katanya 3 jam Bandung- Cikarang.  Rencananya jam 6-9 perjalanan ke cikarang, lalu jam 9-12 ke kalbe farma dan cari kos, jam 12-15 pulang ke bandung karena kebetulan jam 16.00 ada amanah. Rencananya sudah bagus kan?

1 jam pertama perjalanan cukup lancar, untuk mengejar waktu Vega-R ku harus dikebut, jalan antara padalarang ke purwakarta sangat panjang, namun cukup enak karena jalan lebar dan hampir tidak ada lubang. Hanya saja di tengah-tengah ada jalan yang bergelombang dan berlika liku. Itu sih tidak masalah, masih bisa dibuat ngebut. Sampai di sebuah belokan menurun… Gubrakk!!! Kami jatuh tersungkur, ternyata lagi ada proyek dan ada pasir di sisi kiri jalan. Kecepatan tinggi menyebabkan gaya lurus motor ditambah adanya pasir tidak bisa diimbangi dengan gaya gesek ban yang dibelokkan ke kanan. Akibatnya motor selip dan kami jatuh. Saya luka di kedua  telapak tangan, siku, lutut, jari-jari kaki kanan, kaki kiri, mata kaki, pinggul, bisep lengan kiri dan bisep kaki kanan. Tas sedikit robek, tali helm putus dan celana robek besar, kaca lampu depan motor pecah, spion copot, pijakan bengkok dan body motor kegores-gores. Temen saya entah apa saja yang luka, yang jelas di daerah pipi, bibir dan janggut ada luka yang cukup dalam.

Beberapa detik saya diam, tidak mengerti apa yang terjadi sampai ada beberapa buruh bangunan yang menolong kami, memberi obat merah juga, ternyata mereka yang menaruh pasir di jalan itu. “jadi gimana?” tanya saya kepada teman saya, “ dilanjutin ke bekasinya??”. Akhirnya  kami putuskan; saya teruskan ke bekasi sedangkan temen saya pulang saja untuk berobat. Walau luka saya cukup banyak tapi yang agak parah hanya di jari kaki, karena harus memberikan surat dan harus cari kos + males kalau harus pulang dan besoknya kembali lagi maka saya meneruskan 3/4 perjalanan ke cikarang sendiri. Setelah mengantar teman saya ke puskesmas dan servis motor saya menuju cikarang, sepertinya sepanjang perjalanan bahkan sampai di bekasi pun tidak ada yang tahu kalau saya luka-luka kecuali orang-orang yang menolong saya dan orang-orang di bengkel karena seluruh tubuh ditutup jaket, sepatu dan celana panjang.

Dari purwakarta saya terus di jalan besar lama sekali sampai akhirnya sampai ke cikampek sekitar pukul 9.30. Disana saya berhenti untuk mengambil uang dan membeli celana, entah ada orang di pasar yang nyadar tidak kalau celana saya robek-robek, saya sih cuek saja. Karena pelan-pelan, Bandung – Cikampek ditempuh selama 3,5 jam. Dari cikampek langsung ambil jalan menuju karawang, ini  juga jauh sekali karena itu saya berhenti di sebuah masjid untuk istirahat dan ganti celana. Bayangkan saja, masa’ mau ke kalbe farma pakai celana robek.  Kemudian saya lanjut ke cikarang, saya tanya ibu-ibu disana, “cikarang udah deket belum  bu?”. “Deket dek, sebentar lagi karawang, lalu cikarang, paling setengah jam lagi”. Maka dengan semangat saya lanjutkan perjalanan, setengah jam lagi gitu, setelah di jalan selama setengah jam, 45 menit, 50 menit, 1 jam!! Mana nih cikarang? Maka saya pun taya ke buruh bangunan di pinggir jalan,” cikarang masih jauh pak??” . “ wah iya dek, lurus aja, masih jauh’.  -__-  ternyata setiap orang punya standar jauh dekat masing-masing, tapi bener kata si bapak cikarang masih jauh, sampai akhirnya sekitar jam 12.30 saya sampai di cikarang. Tapi belum  nemu dimana kalbe. Selama 7 jam dijalan itu awal-awalnya sambil diisi sedikit ngulang hafalan, udah bosen lalu nyanyi nasyid, udah bosen lagi nyanyi lagu-lagu pop cem peterpan sama ada band yang memang dulu hafal pas jaman SMA, udah bosen lagi gentian nyanyi lagu-lagu dangdut entah apa yang sering didenger di rumah tetangga (*makin lama makin hedon, kacau), selanjutnya bengong. Bingung mau ngapain lagi kecuali cuma liat jalan dan merasakan panas saja. 7 jam itu waktu yang panjang ternyata bila untuk berkendaraan, namun setahun kok cepet bgt ya kalo untuk skripsi, inikah yang disebut teori relativitas waktu Einstein?? *ngawur

Yang luar biasa, saya baru kesana sekali dan waktu itu pulsa internet lagi habis jadi tidak bisa pakai GPS, hanya tanya-tanya orang dan saya tidak pernah nyasar. Hanya sekali setelah sampai di cikarang, saya nyasar sekitar 10 meter, tanya orang tidak tahu, lalu saya putuskan makan siang dulu istirahat dan terpaksa pakai GPS dengan pulsa normal. Wah bener, setelah lihat hape, kalbe ternyata sudah deket 19 menit lagi kata si google map. Btw sepanjang perjalanan saya tidak banyak merasakan sakit, hanya kaki dan siku kanan saja yang agak sedikit dalam lukanya, sepertinya syaraf otak sudah tidak merespon rasa sakit lagi saking fokusnya pada jalan. Singkat cerita setelah muter-muter saya sampai di kalbe farma jam 13.15 an, saya cuci muka, bersih-bersih, rapi-rapi lalu masuk kalbe ketemu dengan HR nya. Masuk nunggu sebentar, ngasih surat, ngobrol, 15 kemudian.. ok ada lagi?? Tidak ada. Ya sudah kami pulang. Haaa?? 7 jam bandung – cikarang hanya untuk 15 menit???

Misi selanjutnya,pencarian kos. Di deket kalbe sebenarnya ada kontrakan Rp 500 ribu, tapi itu kontrakan selain penuh juga udah ga jelas bentuknya, mahasiswa sepertinya tidak cocok disana. Maka saya pun coba cari kos di perumahan,” meadow green” namanya. Ada banyak yang buka kos tapi sedikit yang ada pemiliknya, kebanyakan harus telfon, ada juga yang nawari 1.5 juta, 1.8 juta, 2 juta. Setelah muter2 akhirnya dapet juga yang harga 600 ribu tanpa AC dan 1 juta pakai AC, saya pilih yang 1 juta pakai AC secara cikarang panas. Percaya ga percaya, pencarian kos ini berlangsung selama 3 jam!

Saat itu sudah pukul 17.00 saya pun cari masjid untuk sholat jamak qashar. Hari ini terasa cukup berat, naik motor 7 jam, jatuh dari motor, muter-muter cari kos 3 jam dan itu sendiri. Alhamdulillah sholat mengobati kesendirian itu, ada Allah yang terus memberikan Rahman dan Rachiim nya kepada kita. Sejak sekian lama, baru kali itu saya bisa kembali menangis dalam sholat cukup lama, kadang kesendirian dan musibah adalah sebuah anugrah agar kita semakin dekat dan ingat lagi denganNya. Saya bersyukur hanya tangan dan kaki yang luka, Alhamdulillah.

Waktu sudah mendekati magrib, tidak mungkin saya pulang ke Bandung kecuali mau jatuh lagi di lubang yang sama. Saya coba sms beberapa kenalan yang kerja di cikarang, ternyata semua lama balesnya, lagi sibuk kerja mungkin, maka saya putuskan untuk nginep di masjid. Ada masjid yang cukup besar, At Taqwa namanya, bagus dan bersih. Saya sholat magrib disana lalu keluar cari makan, seperti biasa menu favorit masakan padang: rendang. Pas balik ke masjid ternyata ada pengajian, ikut gabung saja, materinya tentang bulan rajab dan ramadhan. Setelah sholat isyak saya jalan-jalan keluar sebentar lalu balik lagi ke masjid, tilawah sebentar dan sekitar jam 8.30 saya pun tidur di lantai masjid, sama sekali tidak dingin, ya itulah cikarang. Pagi jam 3.45an saya terbangun, terbiasa untuk tidak tidur terlalu lama mungkin jadi otomatis bangun. Pas bangun baru terasa badan sakit, ternyata efek jatuh dari motor kemarin baru terasa. Karena sudah telanjur bangun, manfaatkan waktu untuk sholat malam sambil menunggu shubuh. Habis shubuh pun saya langsung ke meadow green untuk bayar uang DP kos yang kemarin belum sempat dikasih karena belum ambil uang dari atm. Setelah itu sekitar pukul 6.00 saya balik menuju Bandung!

Dari cikarang sampai cikampek saya tidak pernah berhenti entah saking semangatnya mungkin,  baru di cikampek saya cari sarapan dan minum walau sebenarnya tidak terlalu terasa lapar karena perut terus dikocok-kocok sama jalan yang bergelombang. Teorinya sederhana, sarapan untuk menghindari hipoglikemi dan minum menghindari dehidrasi, coba kalau tidak belajar ilmu kesehatan, kalau tidak merasa lapar tentu tidak akan makan, tiba-tiba pingsan aja karena hipoglikemi. Dari cikampek langsung lurus ke arah purwakarta, ini jalan paling enak, lurus terus, jalan lebar mirip jalan tol. Paling hanya beberapa bus dan truck lambat yang menghalangi jalan yang bikin bête, pas mau disalip ada truck segedhe gajah dari arah berlawanan, tapi ini justru yang seru, menyalip bus panjang dan berada di antara dua kendaraan besar itu, bikin adrenalin naik. Sebenarnya saya tidak berniat istirahat sampai ke bandung, namun tiba di sebuah polsek, bapak-bapak polisi dengan sok garangnya nyuruh semua motor ke kantor polisi. “ belok!! Belok!!” kata mereka. “ga usah teriak-teriak kali pak, saya masih muda dengan telinga sehat” gerutu dalam hati. Satu menit kemudian saya pergi dari kantor polisi itu, ya iyalah saya kan pengendara taat hukum, ada helm, punya SIM, ada STNK, lampu nyala, apalagi?? Maaf ya kali ini saya ga ada niat infaq ke polisi.

Singkat cerita saya sampai di Bandung! 5 jam!! Lebih cepet 2 jam daripada pas berangkat karena memang kecepatan motor berbeda. Kebut terus. Ya begitu sekilas petualangan 3 hari kemarin. Maaf, ada beberapa amanah yang tidak terlaksana gara-gara itu, kumpul adk business generation, ngajar les kimia dan bantu angkut jurnal ujian apoteker. Maafkan pihak-pihak, yang dirugikan. Satu hikmah lagi, saya jadi ingat pesan Ibu, “jangan naik motor jarak jauh, bahaya”. Sebenarnya saya ngeyel bahwa naik motor itu tidak bahaya, tapi hari itu sadar bahwa yang bahaya adalah karena kita tidak pernah tau medan yang akan kita lewati nanti. Ya itu sumber bahayanya, maka InsyaAllah mulai sekarang saya tidak akan naik motor jarak jauh lagi.

ini rute perjalanan kemarin, 200 an km meter sepertinya.

5 responses to “3 days adventure

  1. saya pernah naik motor dari bandung-bogor-bekasi…sama temen, anak TI… dan lucunya kecelakaan juga..tapi diserempet motor… robek di kaki kanan…wow, asik sekali. Terus shalat di masjid cisarua, bogor….karena bawa banyak barang (hmm, sebenernya saya cuma bawa baju kotor buat dicuci di rumah)jadi sholatnya ganti-gantian… pas saya jaga motor, ada ibu-ibu pengajian bilang “neng, nungguin suami shalat ya?” lha..orang saya naik motor sama perempuan kok ya dikirain nunggu suami, lagian muka saya juga masih muda gituh… Intinya, ya menyenangkan, karena lihat bukit yang menyala di malam hari dari atas puncak pas otw ke bogor. wah, pokoknya senang sekali waktu itu.

    bekasi memang panas…dan entah mengapa (Alhamdulillah-nya) saya dapat tumbuh kembang dengan baik meski di rumah tidak pernah ada AC..😀 OK, selamat menikmati bekasi kawan..

  2. oi wahyu eko widodo, haha nyasar juga ane ke blog ente,. ane ceritanya lagi googling nih rute dari bandung-cikarang naek motor dan ketemu blog ente. Thx atas infonye bro. btw ada ga rute yang lebih cepat yg bs ditempuh naek motor? jalanannya banyak tanjakan ga bro? nuhun

    • jalanan enak bgt, cuma antara padalarang dan purwakarta yang banyak tikungan dan sedikit ada yang naik turun, bergelombang sama sering ada pasir di pinggir jalan. selebihnya kayak jalan tol. naik bis wae bud, emang kerjo neng ndi??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s