Pharmacist : legal menjual narkotik

Kira-kira apa yang anda lakukan bila anda seorang apoteker dan ada pasien yang menyerahkan resep dokter seperti ini?

Jangan dilihat dari nama pasien atau dokternya karena itu hanya pemisalan, tapi lihat pada bagian recipe dan signa nya. Ya begitu kurang lebih resep yang kami temui di sebuah apotek saat kerja praktek. Anda tahu apa itu kodein? ya kodein adalah salah satu turunan morfin, bisa juga diubah menjadi narkotik yang lebih kuat seperti heroin.  Gambar di bawah ini mungkin bisa menjelaskan betapa miripnya kodein dengan narkotik-narkotik lain yang sering disalahgunakan.

Kodein sebenarnya adalah obat yang sering diresepkan dokter, bisa digunakan sebagai analgetika (penghilang rasa sakit), anti diare dan antitusive (penekan batuk). Namun pada kasus diatas, kami tidak memberikan obat tersebut kepada pasien, walaupun dia sudah membawa resep. Kenapa? ya inilah pentingnya pengetahuan farmasi bagi seorang apoteker. Dari segi resep, disana jelas kurang lengkap seperti tidak adanya alamat dan nomor telepon dokter, tanda tangan/paraf dsb, itu dari segi kelengkapan administrasi resep. Kemudian dari segi pertimbangan farmasetik dan klinis pun, signa yang tertulis juga mencurigakan. Disana tertulis 1 dd I, atau berarti digunakan sekali sehari sebanyak satu tablet. Padahal penggunaan kodein sebagai antitusiv bukanlah 1 dd I, biasanya 3-4 kali bahkan lebih.

Apoteker/pharmacist harus berhati-hati, karena kodein dapat juga disalahgunakan, jika diminum langsung ternyata ada sekian persen yang diubah menjadi morfin di saluran pencernaan. Lebih parah lagi bila ternyata pembeli memang sengaja membeli kodein untuk di ubah menjadi morfin atau heroin. Cukup dengan sekali reaksi, yaitu O-demetilasi maka kodein akan berubah menjadi morfin, tidak perlu saya jelaskan reaksinya. Yang jelas dari segi harga anda akan mendapat puluhan bahkan ratusan kali lipat, tentu saja untuk disalahgunakan dan tentu saja konsekuensinya anda berhadapan dengan polisi dan pengadilan dimana undang-undang yang ada sudah sampai pada hukuman mati.

ya, sedikit pengetahuan saja agar kita berhati-hati, baik sebagai Pharmacist yang diberi legalitas memegang narkotik maupun sebagai konsumen dan pengedar, karena tentu saja pharmacist tidak bisa ditipu dengan resep palsu, bisa-bisa anda dilaporkan kepada polisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s