Ingin kembali ke Daerah

Hidup memang dinamis, kadang kita tidak pernah merencanakan apa yang kita lakukan hari ini. Perencanaan itu pasti, harus, namun memang Allah-lah yang menentukan segalanya. Meyakini bahwa apa yang kita peroleh adalah yang terbaik bagi kita dariNya adalah satu sikap yang akan membuat kita senantiasa semangat melakukan semuanya.

Beberapa hari yang lalu, di grup alumni Rohis SMA N 1 wonogiri, ada alumni yang mengeluhkan kepedulian alumni Rohis untuk peduli kepada almamaternya. Yah begitulah, rohis pun kurang terurus, banyak alumni yang yang tidak kembali lagi ke Wonogiri, yang kembali pun banyak yang sibuk dengan pekerjaan sendiri.

Saya memang dari dulu punya niat mengembangkan daerah, namun bukan berarti tinggal disana. Ingin sekali membuat atau menginisiasi industri kecil menengah dalam satu rangkaian community development., kurang lebih seperti apa yang kang Gorris Mustaqim lakukan di Garut. Jalan yang dulu saya rencanakan adalah saya bekerja di Industri juga membangun bisnis di kota, baru kemudian setelah mempunyai cukup jaringan, nama, dana dan sumber daya lain comdev itu saya wujudkan, setidaknya 10 tahun dari sekarang.

Saya selalu ingat apa yang dikatakan pak Ridwan Kamil pada satu seminar, “kalo kita ingin menolong orang lain, maka kita harus menolong diri kita terlebih dahulu”. Maka membuat diri kita berkecukupan, banyak uang bukan sarana untuk kita berfoya-foya, namun ia satu langkah untuk membuat diri kita lebih bermanfaat bagi orang lain. Hal inilah yang banyak orang tidak lakukan, ia menjadi pejabat, walikota, gubernur, aggota DPR, menteri, presiden dan sebagainya bukan disaat mereka sudah mempunyai harta berlebihan, namun justru saat mereka belum mempunyai banyak harta. Jabatan publik harusnya jadi tempat mengabdi untuk bangsa dan negara bukan sebagai sarana utama mencari penghasilan. Maka ya begitu hasilnya, akhirnya banyak orang korupsi, mau disuap, curhat dan minta naik gaji  dan sebagainya. Bener kata temen saya,” kalo mau kaya jangan jadi pejabat, jadilah pengusaha!  pejabat itu harusnya pengabdian”.

Itu juga mengapa saya sedikit enggan kembali ke daerah, karena dari analisis kondisi yang ada, pintu-pintu rejeki yang Allah berikan lebih banyak tersedia di kota, bisnis juga berkembang pesat di kota. Saya harus berkecukupan dulu sebelum membantu masyarakat. Namun setelah melihat kondisi daerah sekarang, juga setelah ikut kuliah apoteker saya jadi terfikir untuk kembali ke daerah segera. Masalah penghasilan sepertinya cukup dengan menjadi PNS dan bisnis di daerah. Toh biaya hidup tidak mahal. Kalau di bandung saya biasa habis 50-75 ribu dalam dua hari, di wonogiri uang 75 ribu mungkin bisa untuk biaya hidup seminggu. Peluang bisnis juga masih cukup besar, apalagi profesi apoteker di PNS setara dengan dokter atau S2, saat masuk langsung golongan III B.

Ya begitulah, hidup memang dinamis, yang penting kita tetap di jalur yang benar dan bersiap untuk segala kemungkinan terjadi. Kalau kita dari sekolah-sekolah favorit di daerah kita, kemudian masuk kampus favorit juga semua meninggalkan daerah, lantas akan diserahkan ke siapa masa depan daerah kita ??

2 responses to “Ingin kembali ke Daerah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s