Peluang & Strategi Optimalisasi Potensi Wilayah Berbasis Riset dan Comdev

Jika kita Bicara kota Bandung dan Jawa Barat umumnya apa yang terlintas di pikiran kita? Wisata, kuliner, sampah dan suhu dingin mungkin. Dalam cakupan lebih luas, Jawa Barat, kita mungkin akan terbayang kata Industri atau pabrik, tanah yang subur dan cukup hujan. Jika kita mencermati tentu kita tahu bahwa Jawa Barat merupakan salah satu provinsi termaju di Indonesia. Betapa tidak, industri-industri besar banyak terdapat disana, di Cikarang, Karawang, Bandung dan sebagainya. Tanah yang subur dan cukup hujan juga menjadi anugerah tersendiri walau akhirnya malah dibuat menjadi kawasan Industri, letak strategis dekat dengan Ibu kota Jakarta pun menjadi pilihan bagi Investor untuk menanamkan banyak modal disana. Fasilitas-fasilitas yang terdapat di sana juga cukup lengkap, bahkan beberapa Universitas negeri favorit berada disana, seperti UI di depok serta ITB dan Unpad di Bandung.

Sekarang kita coba fokus ke Bandung raya, kita bisa sedikit menggambarkan Bandung dari data-data berikut: salah satu kota tujuan wisata lokal, pernah mendapat predikat kota terkotor, penduduk padat dan terus meningkat, UMR rendah, terdapat 4 universitas negeri dan puluhan universitas swasta, banyak industry kecil menengah, kuliner kota Bandung cukup terkenal. Dari data-data yang ada sebenarnya terdapat peluang atau potensi yang bisa dimanfaatkan, yaitu bidang wisata, industri kecil menengah serta kuliner. Dari segi wisata banyak tempat wisata yang masih bisa dikembangkan dan dipromosikan seperti curug lembang, kawah putih, punclut dan ciwidey ada juga tempat bersejarah seperti museum Asia-Afrika atau kesenian khas Sunda seperti angklung dan tari-tarian. Pariwisata di Bandung saat ini masih bersifat lokal, padahal potensi-potensi pariwisata di atas jelas dapat dikembangkan menjadi wisata Internasional. Ditambah seringnya Bandung dikunjungi orang asing dengan tujuan pendidikan khususnya ke ITB seperti students exchange, riset, kunjungan luar negeri atau konferensi ilmiah, orang-orang ini yang seharusnya diberi pelayanan lebih dan dapat dimanfaatkan sebagai media promosi ke Negaranya masing-masing.

Di bidang industri kecil menengah juga dapat menjadi potensi, banyaknya masyarakat yang masih berstatus ekonomi menengah ke bawah dapat menjadi sumber SDM yang potensial, UMR di Bandung yang juga relative kecil seharusnya bisa juga dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Saat ini sudah mulai banyak indsutri-industri bermunculan, seperti industry sepatu di Cibaduyut, tekstil yang tersebar di Bandung dan sebagainya. Pemerintah seharusnya dapat memberikan suntikan dana dan bimbingan ketrampilan kepada masyarakat khususnya yang masih kurang produktif untuk memulai usaha di Bandung. Terakhir di bidang kuliner, Bandung masih menjadi salah satu kota dengan kuliner yang cukup lengkap hal ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk pengunjung yang ingin berwisata di Bandung. Untuk mewujudkan itu semua sebenarnya hanya perlu strategi sederhana, namun memang harus konsisten dan kontinyu. Ada tiga strategi yang harus diterapkan, pertama adalah edukasi masyarakat & pembimbingan, lalu pemberian dana atau kredit ringan yang terakhir promosi. Ketiga strategi tersebut akan melibatka pemerintah kota, masyarakat itu sendiri serta perguruan tinggi atau lembaga-lembaga terkait. Edukasi di lakukan oleh pemerintah dan perguruan tinggi di tempat-tempat yang potensial dilanjutkan peminjaman dana dan pembimbingan baru kemudian dibantu dengan promosi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s