Pandangan Mereka Tentang Negara

Negara, salah satu hal yang masih menjadi perbedaan pendapat antar kaum muslimin saat ini. Saya kira semua sepakat bahwa seharusnya khilafah yang berdasarkan hukum Islam sajalah bentuk Negara terbaik. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah, khulafaurrasyidin sampai tabi’ut tabi’in. Namun permasalahannya, jika kondisi itu belum tercapai saat ini, bagaimana sikap kita seharusnya?

Membentuk khilafah saat ini tantangannya jauh beda dengan zaman Rasulullah dahulu, munculnya berbagai pemahaman di ummat Islam sendiri, adanya Negara adidaya di dunia yang tentunya tidak mau tersaingi, juga Negara-negara Islam atau yang mayoritas berpenduduk Islam pun sulit untuk disatukan. Dahulu mungkin qodhoya ini juga terjadi, namun adanya Rasulullah saat itu membuat ummat Islam bersatu. Hal ini yang tidak kita punyai saat ini, karena dalam akidah kita, tidak mungkin ada Rasul baru.

Maka dengan kondisi yang ada, beberapa pendapat pun muncul.

  1. Selama pemimpin kita masih berakidah Islam, bagaimanapun kondisi akhlaknya dan bagaimanapun bentuk Negara dan cara pemilihannya, maka kita harus taat selama bukan maksiat. Jika system yang digunakan system kafir, maka kita berlepas diri saja (golput, non-partisan etc). Kita tidak boleh mengkritik pemimpin di depan umum.
  2. Kita harus mengubah bentuk Negara menjadi khilafah dan kita tidak boleh masuk ke dalam system yang sekarang. Tidak mentolerir bentuk Negara sekarang bagaimanapun kondisinya, pokoknya harus khilafah.
  3. Kita akan mengubah Negara menjadi khilafah, namun dengan kondisi sekarang, untuk bisa beramar ma’ruf nahi munkar, bertahan dalam kondisi yang ada mau tidak mau kita harus masuk ke dalam system.

Silakan cari sendiri dasar dalil dan pemahaman terkait tida pendapat diatas, saya sendiri lebih sepakat dengan pendapat terakhir. Karena tentu dengan kondisi sekarang yang ada ummat Islam harus masuk dalam system dan mempunyai peran. Bayangkan saja bila semua orang sepakat dengan pendapat pertama maupun kedua (kalau memang pendapat ini paling benar berarti semua orang harus mengikutinya bukan ?). Berarti tidak ada orang Islam di pemerintahan. Apa yang terjadi ? pendapat pertama sudah tidak bisa digunakan lagi karena pemimpinnya bukan berakidah Islam. Pendapat kedua juga berbahaya, bila tidak ada ummat Islam di pemerintahan, bisa saja dilakukan genosida seperti yang terjadi pada kaum Yahudi di Jerman dulu. Habislah ummat Islam. Pendapat yang pernah saya baca dari kelompok dua ini adalah langkah mereka dalam membentuk khilafah adalah menyebarkan opini bahwa sistem sekarang itu buruk dan solusinya adalah khilafah, satu persatu disadarkan sampai semua orang sadar dan dengan sukarela sepakat berkata,”ayo kita ganti bentuk negara menjadi khilafah”. Bisa saja negara adidaya dibantu dengan pemerintah sekarang datang menyerbu dan hanya pasrah tidak bisa melawan karena kita tidak berada dalam kekuasaaan (*pemerintahan).

Berbeda bila kita akhirnya (*terpaksa) masuk ke dalam system. Disana kita tetap bisa menyebarkan pemikiran bahwa khilafah lah yang terbaik, namun kita juga bisa mengamankan posisi ummat Islam, setidaknya dengan memastikan bahwa pemimpin kita memang selalu berakidah Islam. Disana kita juga bisa beramar ma’ruf nahi munkar secara langsung dengan kebijakan-kebijakan Negara. Bisa menghilangkan pornografi, membuat undang-undang yang membolehkan berjilbab, mengurangi tempat-tempat maksiat dsb. Banyak hal yang bisa kita lakukan bila kita berada dalam pemerintahan. Bila kita di luar, bisa saja muncul aturan pelarangan jilbab, minuman keras legal, pornografi legal. Hal ini sungguh terjadi dibanyak negara. Resiko dari pendapat ketiga ini memang bisa saja orang-orang yang masuk dalam system ini akan terkontaminasi, namun tentu itu bisa dicegah dengan pembinaan islam yang terus berlanjut. Sampai semua orang sepakat bahwa khilafah lah yang terbaik, setidaknya ummat Islam yang bercita-cita ini masih dapat hidup dan tidak akan dibantai penguasa.

Sepertinya banyak opini yang salah, nulisnya juga cuma beberapa menit, mohon dibenarkan. Wallahua’lam.

4 responses to “Pandangan Mereka Tentang Negara

    • Terima kasih telah berkunjung dan membaca tulisan saya.

      Dengan pengetahuan sejarah anda yg lebih bagus, mohon kerendahan hatinya untuk menunjukkan poin-poin dimana saya salah, dan apa landasan sejarahnya.

      Tentunya dengan masukan anda, saya bisa memperbaiki tulisan saya.

      Terima kasih.

      • Saya tidak bilang anda salah, namun berat sebelah. Anda hanya memaparkan hal-hal teknis yang terkesan negatif dari khilafah tanpa memaparkan hal-hal positifnya, anda juga tidak memaparkan kelebihan dan kekurangan sistem demokrasi ala barat. Padahal kalaupun ada yang negatif itu karena kesalahan manusianya, bukan konsepnya, presiden amerika juga ada yang dibunuh bukan? korupsi di negara kita merajalela bukan? Saya sendiri pendapatnya mungkin sama dengan anda, Saat ini yang cocok di Indonesia mungkin sistem demokrasi ala barat…jadi ya optimalkan saja sistem yang ada untuk penegakan keadilan, sampai suatu saat semua orang paham demokrasi yang sebenarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s