Mengapa Farmasi ITB?

Sekarang akhir bulan Mei, mendekati Juni. Masa-masa lulusan SMA persiapan SPMB/SNMPTN, Saya jadi teringat 4 tahun yang lalu. Ketika saya mengalami hal yang sama. Dimana hampir setiap hari ada waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal-soal SPMB atau USM STAN. Sangat semangat saat itu ^_^.
.
Ya, ITB dan STAN adalah perguruan tinggi yang saya ingin masuki dulu. Singkat cerita akhirnya saya masuk ITB, program studi Sains dan teknologi Farmasi. Mengapa saya masuk kesini? Inilah yang ingin saya ceritakan yang kemungkinan sampai sekarang hanya saya sendiri, mausia yang tahu kenapa. Saya sebenarnya suka pelajaran Kimia sejak masuk pertama kali di SMA. Benar pertama kali, kala itu guru Kimia saya, Ibu Ratih Ismu Hidayat tanpa basa basi langsung memberikan pelajaran saat pertama kali masuk. Tentang atom, strukturnya, bagian-bagiannya. Saya ingat saat itu beliau memberikan pertanyaan dan saya yang maju menjawabnya lalu dapat tepuk tangan dari teman-teman…hehe. Mulai saat itulah saya jadi suka Kimia, saya pikir pelajaran ini keren, bahkan sampai belajar pada tahap atom. Pelajaran yang belum pernah saya dapat sebelumnya di SD maupun SMP Karena itu saat akan kuliah pun saya putuskan untuk masuk jurusan yang kental pelajaran kimianya.
.
Akhirnya terfikir : Teknik Kimia, Farmasi, Kimia (murni) dan Pendidikan Kimia. Lalu saya lihat panduan SPMB yang saya dapat dari bimbel, lihat passing gradenya, dan dari semua universitas ternyata ITB yang memasang grade paling tinggi, kalau tidak salah saat itu teknik kimia 66%, Farmasi 54%, Kimia 45%-an dan pendidikan Kimia (UNS tapi) 30%an. Ya sudah tidak usah mencari alasan lain lagi mau milih kemana. Cari yang passing gradenya paling tinggi! Lupakan UGM, UI, UNDIP atau Universitas dengan passig grade dibawah lagi. Kemudian saya ikut try out, try out pertama saya dinyatakan lulus masuk tekim ITB! Lalu ikut try out kedua dan teryata tidak masuk, saya masuk pilihan kedua Tekim Undip. Dari latihan soal sendiri terlihat juga berfluktuasi, dengan waktu normal SPMB saya bisa menyelesaikan soal dengan range nilai antara 55%-68% tergantung tahun SPMBnya. Karena saya di zona 2 sedangkan ITB di zona 1 maka saat harus mengambil 1 pilihan di zona 2, otomatis hanya punya satu pilihan di zona 1. Saat itu saya tidak tahu kalau saya bisa daftar di Bandung (T_T) dan memilih pilihan di zona 1 semua. Mungkin ini salah satu penyesalan terbesar dalam hidup saya. Akhirnya beberapa menit sebelum lembar pendaftaran SPMB saya kumpulkan, saya memilih Farmasi ITB. Lupakan teknik kimia, cari aman, yang penting ITB, tempat kuliahnya Sukarno, Habiebie, Aburizal Bakri, Arifin Panigoro dan banyak orang sukses lainnya.
.
Sebenarnya saya juga punya opsi untuk masuk STAN, STIS atau perguruan tinggi sejenis yang langsung merekrut PNS, orang tua yang memang pemikirannya masih belum terbuka menyarankan ini, makanya saya juga belajar ujian-ujian masuk ke sana. Saat tryout STAN pun saya dinyatakan sebagai peringkat 1 sekabupaten dengan nilai jauh diatas peringkat 2 saat itu. Namun semua perguruan tinggi itu saya lupakan tentunya jika saya masuk ITB. Setelah SPMB selesai, saya pun buka pembahasan jawaban di Koran-koran dan teryata nilai saya mencapai 65%an, cukup buat masuk tekim saat itu. Ya Allah… Ya sudah saya tetep yakin semua yang terbaik dari Allah. Saat pengumuman, sesuai prediksi saya, saya pun masuk Farmasi ITB. Satu hal yang tidak saya tahu juga ternyata di farmasi banyak kuliah biologinya. Dan harus berjuang untuk memncoba menyukai kuliah ini juga. Begitulah, akhirya kuliah-kuliah kimia saya dapat nilai yang baik sedangkan kuliah-kuliah biologi saya dapat nilai yang kurang baik. Walau begitu saya tetap berusaha menyukainya.
.
Dan sekarang saya sudah tingkat akhir, sekarang akhir Mei dan wisuda di Oktober InsyaAllah, sebuah perjalanan singkat. Semoga bisa ada pelajaran yang diambil oleh pembaca.

2 responses to “Mengapa Farmasi ITB?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s