Bukan dimana kita berada, tapi apa yang bisa kita lakukan disana

Beberapa hari yang lalu FB Metro TV membuat status tentang mahasiswa yang kuliah di luar negeri dan tidak kembali ke Indonesia.  Banyak masyarakat merespon, ada yang bilang “Usir saja!” (nah lho orang dia memang udah ga mau pulang), ada yang bilang , “Tak tau diuntung, kacang lupa kulitnya, tidak punya nasionalisme etc” komentar yang kaya gini saya rasa cuma cocok untuk mereka yang dapat beasiswa dari pemerintah Indonesia, tapi kalau mereka dapat beasiswa dari pemerintah luar negeri justru tidak tahu diuntung kalo dia pulang (padahal faktanya lebih banyak beasiswa dari luar negeri), lagian nasionalisme bukan dilihat dari dimana ia tinggal. Banyak pejabat yang tinggal di Indonesia tetapi malah korupsi, apa itu nasionalisme?. Cukup sedih juga melihat komentar-komentar masyarakat yang bisa dibilang “asal omong“. Tanpa analisis kondisi yang ada terlebih dulu, tanpa mencari informasi yang lengkap terlebih dahulu. Sehingga sering yang muncul berupa judgement tanpa dasar. Walaupun ada juga masyarakat yang berfikir positif, tapi ternyata masih banyak komentar-komentar negatif yang muncul.

Disana saya juga ikut komentar,

“Sebenarnya yang penting bukanlah dia tinggal dimana, tetapi apa yang dapat dia lakukan di tempat tinggalnya. Jika dia tinggal di luar negeri dan dengan fasilitas yang ada dia akhirnya dapat Nobel, lalu dia bilang, “ saya orang Indonesia ! “, saya rasa itu lebih baik daripada dia pulang, tidak ada fasilitas, tidak dihargai dan menjadi pengangguran “.

Ya, disana saya hanya menekankan bahwa dimanapun kita tinggal, kita bisa berkontribusi untuk bangsa. Inti pentingnya bukanlah dimana kita tinggal, tapi apa yang bisa kita lakukan disana. Pengalaman kedua saat saya menjadi pembicara di seminar HMF “Ars Praeparandi” ITB sabtu yang lalu, seminar tentang PKM. Lagi-lagi dapat kalimat (kali ini dari teman saya sama2 pembicara),” Saya tidak mau bekerja, sudah ada perusahaan x yang menawari saya tapi saya tolak.”

Mungkin itu juga jadi mindset saya dulu, bahwa saya sebagai seorang calon alumni salah satu universitas terbaik di Indonesia seharusnya jadi pengusaha, bukan bekerja setelah lulus. Namun mindset itu telah saya lupakan semenjak saya diberi tahu bahwa bangsa ini perlu diperbaiki dari semua aspek. Dari pemerintahannya, dari jumlah pengusahanya, dari semua hal. Juga karena sebuah kenyataan bahwa satu orang ternyata bisa melakukan banyak hal namun ia tetap fokus dan sukses.

Kita bisa menjadi PNS dan memperbaiki keadaan disana, kita juga bisa menjadi bagian pemerintahan dan menghilangkan korupsi disana, kita bisa menjadi pengusaha dan membuka banyak lapagan kerja, kita pun juga bisa menjadi pekerja, yang 10 tahun kemudian dapat menjadi pimpinan perusahaan dan membuat perusahaan itu menjadi kebanggaan bangsa. Sekali lagi yang penting bukanlah dimana kita berada, tetapi apa yang dapat kita lakukan disana.

3 responses to “Bukan dimana kita berada, tapi apa yang bisa kita lakukan disana

  1. sepakat! saya kayaknya nonton acara live nya.
    kurikulum pendidikan kita banyak dikritisi waktu itu.
    semoga kita bisa menyusul. aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s