Catatan mabit Ashabul Qur’an

Sepakat dengan apa yang dikatakan salah seorang saudara saya, bahwa mabit adalah metode peningkatan ruhiyah, meskipun juga ilmu dan tsaqofah bisa didapat disana, ruhiyahlah yang menjadi sasaran utama pada rangkaian acara mabit. Seperti apa kemarin saya ikuti, mabit ashabul Qur’an di masjid Salman ITB. Ibadah didalamnya mulai dari ta’lim lalu qiyamul lail berjamaah, sholat Shubuh lalu dianjutkan ta’lim lagi (kuliah shubuh).

Sebuah catatan tentang materi kuliah shubuh yang saya tulis. Tentang Keikhlasan dan Kesabaran. Materinya dibawakan oleh kang Rendy Saputra dengan sangat menarik, berikut rangkumannya, semoga bermanfaat,

“ikhlas secara bahasa berarti murni. Bisa dibilang 100% atau bila emas, maka 24 karat. Dalam Al-Qur’an ada surat yang namanya Al-Ikhlas, surat yang mengajarkan tauhid, banyak sekali ummat agama lain beralih kepada Islam setelah membaca surat ini, karena memang kebenaran tauhid, bahwa Tuhan itu satu tidak bisa tertolak. Ikhlas memang sangat erat dengan Tauhid, aqidah, seorang yang salimul aqidah insyaAllah ia akan ikhlas. Lawan dari aqidah yang lurus (salim) adalah syirik, syirik berasal dari kata yang sama dengan serikat, musyarokah dsb, jadi syirik adalah menserikatkan Allah dengan yang lain (menyekutukan). Secara istilah ikhlas berarti memurnikan segala amaliyah hanya untuk Allah.

Ada beberapa fadhilah ikhlas :

1.      Ikhlas untuk keselamatan aqidah

Saat kita beribadah maka semua hanya untuk-Nya, bukan untuk yang lain. Bukan untuk fulanah bin fulan (contoh khas kang Rendy nih). Suatu amal akan diterima setidaknya telah melalui dua syarat. Pertama, ikhlasunniyah dan yang kedua caranya benar, sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah. Seperti kisah sebuah ulama yang rajin menulis buku, kemudia ada lalat yang masuk ke tintanya dan ia membantu tinta itu keluar dan melepaskannya, teryata itulah amalan ia yang besar pahalanya. Kenapa? Karena ia ikhlas melakukannya, ia menolong lalat tidak ada rasa ingin dipuji oleh manusia (siapa yang mau muji?), berbeda saat ia menulis buku, ternyata masih ada perasaan itu. Lantas refleksikan kepada diri kita saat menjadi ketua panitia, saat memimpin syuro, saat menjadi calon presiden kampus, ketidakikhlasan senantiasa menyusupi. Lantas apakah kita jika masih merasa tidak ikhlas lalu berhenti beramal? Tafsir dari surat As-Saff yang menyatakan sangat dibenci Allah apa yang kamu katakan tapi tidak kamu kerjakan, bukan berarti kita jadi tidak berbuat atau tidak berkata, namun seharusnya kita berbuat degan benar lalu berkata mengajak orang lain (da’wah).

2.      Amal tanpa ikhlas akan sia-sia

Ada sebuah kisah tentang seorag penghuni surga yang bertanya pada penghuni neraka. “Ya fulan kenapa engkau berada di sana? Padahal dulu aku belajar Islam dari engkau”. Ya itulah kesia-siaan yang didapat saat ia tidak ikhlas dalam beramal. Buat kita yang masih mahasiswa, ada sebuah gambaran tentang hal ini. Coba kita bayangkan, pada saat tugas akhir (skripsi) kita sudah melakukan penelitian 1,5 tahun misalnya, terus menerus di lab, bahkan sampai lembur, begadang, mengambil data dengan teliti dsb. Kemudian semua itu sudah selesai, data tersimpan rapi di laptop di drive:C, buku skripsi juga sudah hampir jadi, tinggal memasukkan daftar pustaka, lalu tiba-tiba laptop rusak dan harus diformat ulang, padahal kita tidak punya back up datanya. Apa yang kita rasakan? Kesia-siaan? Ya begitulah ibarat sebuah amal tanpa ikhlas.

3.      Ikhlas akan membuat durability (ketahanan) dalam beramal

Kita biasanya cepat lelah karena kita tidak yakin atau tidak tahu balasan besar yang akan kita dapatkan. Niat-niat duniawi akan membuat kita berhenti saat hal itu tidak tercapai. Sebagai contoh sholat Shubuh saja, ada sebuah hadits bahwa lebih baik dari dunia dan seisinya, maka jika kita yakin dengan hal ini, kita pasti akan rutin sholat shubuh berjamaah. Sebuah contoh nyata seorang yang bekerja di Schlumberger, ia bahkan bekerja di lepas pantai sampai hanya tidur 2 jam sehari karena ia tahu ia akan dapat gaji USD 3000 atau sekitar  30.000.000 sebulan, bayangkan jika kita dapat dunia dan seisinya bahkan lebih, bagaimana bisa kita lalai dari sholat shubuh?

4.      Menjaga dari Maksiat

Saat kita sendiri kecenderungan berbuat maksiat akan lebih besar. Kenapa? Karena kita merasa tidak ada yang meihat kita. Nah, kehancuran aqidah kita, ketidakikhlasan kita, bahwa kita tidak sadar dan malu bahwa ada Allah yang senantiasa melihat kita. Kita hanya fokus pada penglihatan manusia dan disaat tidak ada manusia lain, maka kita terjerumus dalam maksiat.

Maka teruslah berdoa kepada Allah agar diberikan keikhlasan, karena ikhlas adalah karunia, bukan hal yang didapat dari siapapun kecuali Allah”.

Begitu sedikit catatan yang saya buat, semoga bermanfaat. Sebenarnya cukup sedih saat di mabit itu ternyata tidak ada satupun BPH Gamais 2010 lain yang ikut, pembinaan seharusnya terus diikitu walau kita tidak menjabat lagi, karena kita datang kesana bukan karena hanya karena kita pengurus. Lantas setelah selesai masa kepengurusan kita tidak pernah datang lagi. Atau sebagian dari kita yang bilang bisa dengar lewat streaming di kosan, atau baca buku, sebenarnya ada satu pahala majelis dan keberkahan-keberkahan,serta  feel yang kita lewatkan saat kita tidak datang. Belajar UTS, tugas kuliah, TA, bisnis apapun itu isyaAllah bisa kita lakukan di banyak waktu lain.

Bulan depan BPH 2010 ikhwan ikut semua ya??? Kita kumpul-kumpul lagi, selain ruhiyah, tsaqofah kita juga dapat ukhuwah…oke brother?

Bukankah kita (selamanya) keluarga? ^_^

5 responses to “Catatan mabit Ashabul Qur’an

  1. subhanallah, pengen banget bisa ikut mabit gamais lg.
    Tapi,itu jadwal pembinaan rutin awak juga nih.taulah ya,seumuran kita,baru beresnya midnite.

  2. assalamu’alaikum akh…mantap rangkumanya…
    izin share yo…
    ane dari Unsri Palembang…semoga dapat saling sharing dalam kebaikan…
    syukron…🙂

  3. Bagus wahyu…terima kasih tulisan mengenai keikhlasan….
    tertampol-pol-pol…!!!!
    yup, memang “Maka teruslah berdoa kepada Allah agar diberikan keikhlasan, karena ikhlas adalah karunia, bukan hal yang didapat dari siapapun kecuali Allah”

  4. @opik cuyo ayang mamah (hehe), kayaknya si deva bawa bawa rekaman kemarin pik, tanya aja panitia
    @faiz, minta ganti jadwal aja iz, an juga pernah jadwal rutin dirubah jadi kamis, trus an ama dzaky telat dateng karena ke aa gym dulu, nahsetelah dicari waktuyang tepat jadi jum’at lagi deh jadwalnya
    @fajar, waalaikumussalam..tafadhol…amiin🙂
    @oTA, semangat TA!! ditunggu oleh2 dari kalimanTAn!! hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s