Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas banyak manusia yang lain

Jum’at, 4 Maret 2011 Jalan-jalan di Bandung mulai dari jalan Laswi sampai jalan Ganesha masih sepi, udara sejuk atau tepatnya dingin menyelimuti kota ini. Matahari pun belum terlihat, ada awan kelabu menutupi atau karena belum muncul karena saat ini ia terlihat berada di utara katulistiwa. 5.30 pagi saya berangkat dengan membeli satu kotak crispy crackres. Mau buat sarapan karena belum sempet sarapan kah? Bukan. Itu sebagai Iqab karena saya telat saat rapat 2 pekan yang lalu. Kembali aktif di prodi, amanah yang bisa dibilang tidak “serame” saat di pusat. Yup, namun amanah di semua tempat sama saja, Lakukan yang terbaik !!!. sampai di Salman 5.53, kurang 2 menit sebelum jadwal disepakati. Setelah menunggu, yang lain datang sekitar 10 menit. Rapat pun dimulai dan satu hal yang paling berkesan hari ini: taushiah dari seseorang anggota rapat. “Siapa yang taushiah kali ini? Dimulai dari abjad awal kan ya? A sudah, F ga hadir karena sakit, tinggal K, L dan W, jadi K taushiah” ^_^

Begini kurang lebih taushiahnya, kurang sih, bukan lebih karena ga saya catat.

“Assalamualaikum wr wb… ana bacakan saja sebuah kisah yang luar biasa yang ana dapat kemarin ya. Ini sebuah kisah nyata yang dialami ustad…..(saya lupa nama ustadnya. Bentuk ceritanya langsung jadi ustadz ini menggunakan kata ganti aku dalam cerita ini). Ini kisahnya:

Saat itu Aku sedang berjalan di padang pasir (di arab berarti kisahnya), aku tersesat lalu setelah lama berjalan aku menemukan seorang kakek tua.

Kakek tua ini sendirian dalam sebuah gubuk, ia seorang kakek yang buta, kakinya lumpuh dan kedua tangannya sudah tidak ada. Tidak ada apa-apa disana selain gubuk dan baju yang ia kenakan. Sayup-sayup terdengar suara,

“ Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas banyak manusia yang lain, Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas banyak manusia yang lain…” ,

terus kalimat ini terulang-ulang, lantas akupun mendekat dan aku jadi tahu bahwa kalimat ini keluar dari mulut sang kakek.

Sang kakek mengetahui ada yang mendekat maka ia bertanya, “ siapa? Siapa?”. Maka akupun mulai berbicara,” Assalamualaikum…saya tersesat di sini kek, lantas saya melihat kakek dan mendengar kakek mengucapkan kalimat ‘Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas banyak manusia yang lain’ , apakah gerangan yang membuat kakek mengucapkan kalimat itu?” tanyaku, aku bertanya seperti itu karena apa yang diucapkan si kakek sangat kontradiktif dengan apa yang aku lihat, dia buta, lumpuh dan tidak punya tangan, tidak ada istri yang menemani atau anak yang menunggui. Hanya dia dan gubuknya.

Sang kakek pun menjawab, “aku mau menjawab tapi maukah kamu memenuhi satu permintaanku?”. “Saya akan memenuhi permintaan kakek, tapi setelah kakek menjawab pertanyaan saya”, balasku. Akhirnya sang kakek pun menjelaskannya, aku mengucapkan ‘Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas manusia banyak yang lain’ karena Allah memang telah memberikan aku kelebihan diatas banyak manusia.

  • Berapakah banyak orang gila? Sangat banyak, namun Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas manusia banyak yang lain karena Allah memberikan aku akal sehat sehingga aku bisa befikir
  • Berapa banyak orang tuli, sangat banyak. Namun Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas manusia banyak yang lain karena Allah memberikan aku pendengaran yang sempurna sehingga ku dapat memahai kata-kata
  • Berapa banyak orang bisu? Sangat banyak, namun  Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas manusia banyak yang lain karena  Allah memberikan aku suara yang baik sehingga aku dapat menyampaikan keinginanku
  • Berapa banyak orang yang kafir? Sangat banyak, namun Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas manusia banyak yang lain karena  Allah masih memberikanku Iman sehingga aku masih mempunyai harapan untuk bahagia di SurgaNya kelak
  • Dan masih banyak nikmat Allah yang lain yang aku syukuri.

Nah aku sudah menceritakan kenapa aku mengucapkan Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan aku diatas manusia banyak yang lain . Lantas bolehkah aku mengatakan keinginanku?

Saya terdiam, merenungkan kata sang kakek, lalu mengiyakannya. “iya, apa yang kakek minta?”. Sang kakek tertunduk dan menangis, “tolong carikan bocah umur 14 tahun, dia yang selama ini memberikan aku makanan, karena aku memang tidak bisa apa-apa lagi. Dia sudah berangkat sejak pagi namun tidak kembali sampai sekarang. Aku takut ada apa-apa dengan dia”

Sang kakek memberikan ciri-ciri anak itu dan Saya pun pergi mencarinya meski tidak tahu harus melangkah kemana. Saya bertanya-tanya ke setiap orang yang saya temui, sampai akhirnya saya melihat ada kumpulan burung gagak di sebuah bukit. Saya berpikir tidak mungkin burung gagak berkumpul bila tidak ada bangkai. Saya pun kesana dan melihat burung itu sedang memakan bangkai anak-anak usia belasan tahun. Mungkin anak ini diterkam binatang buas dan kemudian dimakan gagak.

Saya sangat sedih, namun lebih sedih lagi memikirkan bagaimana nasib sang kakek nantinya. Saya binguung harus berkata bagaimana. Di sepanjang jalan menuju gubuk sang kakek saya berfikir keras bagaimana menyampaikan berita ini. Maka saya pu  teringat kisah nabi Ayyub as.

“Assalamualaikum…” belum lagi saya berkata sang kakek sudah mendahului, “ bagaimana sang bocah? Ketemu”?

Saya pun berkata, “kakek, menurut kakek siapa yang lebih Allah cintai? Nabi Ayyub atau kakek?”. “Nabi ayyub, insyaAllah” jawab sang kakek. “Lantas siapakah yang lebih berat ujiannya? Nabi Ayyub atau kakek?”. “Nabi ayyub, insyaAllah” jawab sang kakek kembali. “ Maka terbukti bahwa ujian yang berat adalah kepada orang yang Allah cintai kan kek?”.“ Tadi saya menemukan sang bocah meninggal di lereng bukit”.

Mendengar hal itu sang kakek menangis sejadinya-jadinya. Saya pun menghiburnya dan menjaga kakek itu sampai akhirnya ia wafat setelah membaca kalimat syahadat dan dengan rasa syukur yang terus ia ucapkan. InsyaAllah khusnul Khatimah.

Ya ini kisah yang tadi dibacakan, semoga menjadi pengingat untuk kita untuk selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan.

Wallahua’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s