Menangis karena Cinta

Di suatu sudut sekolah, sebuah SMA favorit di kabupaten wonogiri ada dua orang siswi, seorang menangis dan seorang lagi menghiburnya. Apa yang ia tangisi? Sayup-sayup terdengar bahwa ia baru saja putus dengan pacarnya. Menurut saya wajar seorang wanita yang (katanya) memang halus perasaannya menangis karena sedih, maka hati-hati dengannya. Akan tetapi satu hal yang seharusnya tidak terjadi, yaitu dia sedih hanya karena diputus status pacarannya oleh seorang lelaki. Yah, ini yang terjadi di SMA-ku dulu dan mungkin juga terjadi banyak di pemuda pemudi bangsa Indonesia lainnya, semoga da’wah sekolah dengan rohis di dalamnya akan memperbaiki kondisi ini.

Menangis karena cinta, hal yang sangat indah. Akan tetapi seharusnya bukanlah cinta seperti itu yang patut kita tangisi. Namun menangis karena cinta kita kepada Rabb kita, menangis untuk mendapatkan cintaNya. Sebuah nasehat yang indah dari ustad Aam amiruddin saat sebuah kesempatan di khutbah jum’at masjid Salman. Bahwa ada empat macam tangisan yang akan meningkatkan kecintaan kita kepada Allah,

1. Menangis karena khusyuk

Saat kita sendiri qiyamul lail kemudian kita merasa sangat dekat denganNya, khusyuk dan kemudian menangis. Itulah salah satu tangisan yang akan mendekatkan cintaNya kepada kita. Allah berfirman,

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’ [QS. Al Israa : 109]

2. Menangis karena bertaubat

Semua anak cucu adam berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah, adalah mereka-mereka yang bertaubat.” (HR.Tirmidzi)

Setiap manusia pasti melakukan kesalahan dan ketika ia taubat dengan sebenarnya diiringi dengan tangis dan penyesalan serta keteguhan untuk tidak mengulangi kesalahan itulah tangis dalam taubat.

3. Menangis karena bersyukur bisa beramal

Misalkan saat kita hanya mempunyai uang 10 ribu dan ada pengemis lalu kita beri 3 ribu. Sungguh hal yang berat dan kita bisa melakukannya lalu kita menangis, bersyukur karena bisa beramal seperti itu. Itulah salah satu tangis yang akan mendekatkan cintaNya.

4. Menangis karena merenungkan ayat-ayatNya

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis [QS. Maryam : 58]

Contoh sederhananya adalah saat kita membaca tentang ayat berbakti pada orang tua, kita jadi merenung apakah yang telah kita lakukan kepada orang tua kita yang mengandung dan merawat kita sejak kecil. Apakah kita sudah berbuat baik kepada mereka dan seterusnya. Dan kita sadar kita belum bisa membalas kebaikan-kebaikan mereka dan kita pun menangis. Itulah salah satu tangisan yang akan membawa kecintaanNya. Semoga bermanfaat.

Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s