Kisah Teladan Kepemimpinan

Umar, sebuah nama yang tentu tidak asing bagi sejarah kaum muslimin. Umar yang sering sahabat kamifa dengar namanya tentu Umar bin Khattab, salah satu dari empat khulafaurrasyiddin. Namun tahukah sahabat kamifa? Bahwa ada satu lagi Umar yang mungkin bisa dikatakan mempunyai kapasitas yang hampir sama dengan Umar bin Khattab? Ya, Beliaulah Umar bin Abdul Aziz, Salah satu khalifah bani Umayyah. Pasti tau lah ya? insyaAllah.

Ada sebuah siroh (cerita) yang tidak asing lagi tentang beliau,

“Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah selama dua setengah tahun. Dia meninggal dunia disaat rakyat semua dalam keadaan sejahtera, sampai sampai saat seorang lelaki datang kepada kami untuk menyerahkan harta yang banyak dengan pesan, “Bagikan harta ini kepada orang yang kamu anggap miskin”, maka kami tidak menemukannya. Dia terus menerus mencari orang miskin, namun tetap saja tidak menemukan sehingga dia kembali lagi sambil membawa hartanya. Saat dia berniat memberikan hartanya kepada orang yang biasa membagikannya (amil zakat) kepada para fakir miskin, ternyata dia sudah tidak menemukannya sehingga diapun kembali sambil membawa harta yang ingin dia bagikan.”

Ada berapa hikmah yang sahabat bisa petik? Pasti banyak. Coba baca juga cerita-cerita yang lain tentang beliau, sungguh beliau telah memberikan teladan yang sangat baik sebagai seorang pemimpin. Coba saja kita bayangkan, dalam waktu dua setengah tahun, beliau telah memimpin rakyat dalam kekhalifaan Islam sehingga tidak ada satupun yang miskin. Lalu kita bandingkan dengan kondisi Negara kita yang presidennya menjabat selama 5 tahun, bisakah seperti Umar? Tentu tidak bisa kita samakan karena memang kapasitasnya berbeda. Akan tetapi yang jelas, ada beberapa hikmah mengapa dalam waktu dua setengah tahun khalifah Umar bisa membuat prestasi seperti itu. Bahkan saat itu rakyat yang tidak beragama Islam pun dengan sukarela dipimpin oleh Umar.

Ya keimanan yang beliau aplikasikan sebagai seorang pemimpin adalah kuncinya, sehingga prestasi-prestasi besar dapat beliau raih. Mungkin dua siroh dibawah ini bisa menggambarkan bagaimana beliau memimpin:

Kisah Tentang Pakaian Umar yang Hanya Satu.

Maslamah bin Abdul Malik mengisahkan: Suatu hari saya masuk ke kamar Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit untuk menjenguknya. Saat itu, saya melihatnya memakai baju yang lusuh, maka akupun berkata kepada Fatimah (istrinya), “Hai Fatimah binti Abdul Malik… hai Fatimah, cucilah pakaian Amirul Mukminin ini.” Fatimah menyahut, “Insya Allah kami akan melakukannya.” Kemudian saya kembali, namum keadaan pakaian tersebut masih tetap seperti semula. Maka akupun kembali berkata kepada Fatimah, “Hai Fatimah, bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mencuci pakaian Amirul Mukminin? Sebab orang-orang akan menjenguknya.” Fatimah menjawab, “Demi Allah, dia tidak mempunyai baju lagi selain itu.”

Kisah Umar Bersama Salah Seorang Keluarganya Dalam Masalah Buah Apel dan Penyuapan.

Amir bin Muhajir mengisahkan bahwa suatu hari Umar bin Abdul Aziz ingin sekali makan apel. Lalu salah seorang lelaki dari anggota keluarganya menghadiahkan apel kepadanya. Umar berkata, “Betapa harum dan enaknya apel ini.” Setelah itu, dia berkata, “Wahai pelayan, kembalikan apel itu kepada orang yang telah memberikannya dan sampaikan salam kepada tuanmu, katakan kepadanya: “Hadiahmu telah sampai kepadaku sebagaimana yang engkau inginkan.”

Saya (Amir bin Muhajir) pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, yang memberikan ini adalah anak lelaki pamanmu yang adalah salah seorang lelaki dari keluargamu. Bukankah engkau juga sudah mendengar kalau Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga memakan hadiah yang diberikan kepadanya?” Umar berkata, “Celaka kamu. Hadiah pada masa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah memang benar benar hadiah, sedangkan hadiah pada hari ini bagi kami adalah penyuapan.”

Sepertinya pemimpin seperti beliaulah yang sekarang kita nanti-nanti. Pemimpin yang benar-benar mengaplikasikan apa yang Rasulullah ajarkan, Islam. Nah sekarang buat sahabat kamifa sendiri ada yang sudah menjadi pemimpin orang lain kan ya? Ada ketua himpunan, ada ketua kamifa (ayo sekarang siapa ketuanya?). Kita bisa mencontoh Umar dalam memimpin, mungkin hanya setahun waktu yang kita punya. Namun setahun itu sebenarnya bisa menjadi waktu yang cukup untuk berprestasi sebanyak-banyaknya dan meraih pahalah seluas-luasnya.

Dibuat untuk buletin Kamifa, sumber : kisah-kisah teladan umar bin abdul aziz.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s