Delivery service kue GAMAIS

Satu lagi cerita yang baru saja saya alami di akhir tahun 2010 yang menuntut kesabaran seorang ikhwan. Ceritanya BPH Gamais dijarkom buat makan kue berbentuk logo Gamais yang dibuat sama seorang akhwat. Setelah nunggu beberapa jam di Salman akhirnya yang bawa kue datang juga. Tapi pas kue datang, eh tinggal tiga orang yang ada disana, dua orang juga harus segera pergi ke sebuah daurah karena dibutuhkan untuk menjadi panitia. Akhirnya saya usul “ Karena yang datang dikit, gimana kalo kuenya saya kasih aja ke peserta daurah, itung2 persembahan gamais 2010 buat mereka”. “oh ya udah bawa aja” Kata akhwat yang buat kue itu, sekilas nampaknya terlihat jawabannya agak ragu, maka saya bertanya lagi , ”Beneran boleh nih?” “ iya sok aja” katanya. “Serius??” saya mencoba meyakinkan diri sendiri kalo memang kata boleh tu bukan keraguan.

Ya sudah karena sudah bertanya tiga kali dan katanya boleh akhirnya kami menuju motor untuk berangkat ke tempat daurah dengan membayangkan wajah-wajah peserta daurah yang riang gembira karena memperoleh kue berlambang gamais. Suddenly, hape berdering dan “ masih di salman kan? bawa balik kuenya! Bla bla bla la la la” entah apa yang diomongin. “nih kuenya, kenapa emang?” saya bingung. “kan yang mutusin boleh atau ngga saya, kata saya ngga boleh“ kata akhwat yang nelpon tadi, padahal bukan dia yang buat kue, sedikit ngobrol, lobying akhirnya boleh juga kuenya dibawa. Akhirnya kami berangkat ke tempat daurah.

Setelah melewati jalanan bandung yang macet dan kotor akhirnya berhenti di SPBU yang udah cukup jauh dari kampus, saya pun buka hape, ada dua miscall dan sms masuk. “kuenya bawa balik dong, mau buat BPH akhwat dan kaput“. Akhir-akhir ini saya mulai males bersikap kholeris sama akhwat, setelah beberapa kali sms akhirnya “ya sudah besok kuenya dibalikin tapi tidak janji kondisinya masih baik klo dibawa bolak-balik Bandung-Nagrek.” Sebenarnya dalam hati kesel juga sama keputusan akhwat pembuat kue yang plin-plan ini, tapi ya sudahlah nurut aja. Sehari berlalu dan besoknya kue dititipin ke seseorang yang balik ke bandung tanpa saya buka sedikitpun bungkusnya, saya belum bisa balik karena masih harus jadi panitia daurah. Sudah seperti delivery service aja, kue ditali di jok bagian belakang, mirip banget sama pengantar Pizza lah pokoknya. Entah apa yang terjadi dengan si kue itu, tapi dari cerita diatas kalopun bentuk kue berubah jelas bukan salah saya, bahkan saya sudah merasa cukup sabar. Ditambah sorenya di sms “ saya sulit memaafkan kalian,  kuenya jadi tak berbentuk” parah banget nih, emang siapa yang salah?

Astagfirullah….maaf juga sih klo ada salah tapi saya ga ngerasa.

catatan: mungkin ada salah tulis redaksi kalimat dalam percakapan, tapi intinya sama

2 responses to “Delivery service kue GAMAIS

  1. hehe…sabar ya bung wahyu…..
    itu tadi benar2 memori kueh yang paling seru yang pernah saya denger…
    (kumpl bph lagi dong, dan makan kuenya bareng2 lah, saya gak ada waktu itu… =( , salah siapa, pergi pas dauroh….? salah okta. yaudah, tu nyadar….heu )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s