Belajar memahami

Sepertinya teori yang menyatakan laki-laki lebih mengedepankan akal sedangkan wanita lebih mengedepankan perasaan mulai saya pahami dari berbagai kejadian yang saya alami. Bagaimana tidak disuatu rapat pernah dibahas suatu hal dan akhirnya dengan argumentasi-argumentasi logis yang ada pendapat ikhwan yang diambil. Namun dihari berikutnya tiba-tiba tertulis di milis : “ sebenarnya saya lebih memilih pendapat akhwat kemarin, mengingat adanya pertimbangan perasaan”, begitu kurang lebih. Walaupun akhirnya sepakat kembali pada keputusan musyawarah terakhir, saya masih bingung perasaan yang bagaimana yang saat musyawarah kemarin sangat sulit dijelaskan. Sangat aneh bagi logika.

Ingin cerita satu  hal yang sebenarnya membuat saya bingung akan pemikiran kamu hawa ini. Saat outbond di Gamais Integrated Training. Saya, seorang ikhwan dan dua orang akhwat menjadi PJ outbond ini. Setelah rapat dan ternyata akhwat menolak untuk menyatukan konsep outbond kami berangkat survey. Sebenarnya satu konsep yang ikhwan buat yaitu ada pos review materi selama GIT dan itu sangat bagus dilakukan, namun ditolak juga. Akhir-akhir ini saya tidak mau terlalu kholeris di depan akhwat ITB, mulai belajar dari pengalaman dan akhirnya saya persilahkan akhwat membuat konsep sendiri.  Untuk pelantikan kita sepakat mencari tempat lapang dulu, setelah ketemu satu lapangan yang luas. Akhwat 1 bilang, “Medannya terlalu mudah cari yang lebih tinggi lagi”. Ok, saya sih nurut saja sampai  ahirnya sampai ke sebuah jalan menurun dengan kecuraman kira-kira 70o dan jalan yang licin karena berair.

“Gimana nih akhwat masih mau lanjut? Jalannya susah mending pake tempat yang tadi aja ya?” serius bener2 takut akhwat2 yang survey itu jatuh terpeleset, pada pakai rok pula.

“Lanjutlah” kata akhwat 2.

Ya udah akhirnya jalan dan Alhamdulillah tidak ada yang jatuh. Sampai setelah melewati satu gunung, beneran lho nyeberang gunung akhirnya nemu tempat yang cukup lapang dan ketinggian yang cukup. “Nahh udah ketemu tempatnya, akhwat klo gitu survey lewat jalan ke kiri saja, medannya cocok buat akhwat, tidak terlalu curam, gimana?”.

Seperti biasa akhwatnya ngobrol dulu antar mereka sambil nyuekin yang nanya, beberapa saat kemudian “ akhwat ikut ikhwan aja deh” kata akhwat 1. “Wah ini kalo ke bawah ntar lewat sungai, jalanya curam, licin lagi.” Mencoba meloby agar akhwat mau nurut. Parah nih klo ada apa-apa pada mereka atau peserta nantinya kan ikhwan kena marah juga. Klo ikhwan yang jatuh bagi saya tidak masalah, toh berkali-kali ikhwan jatuh dari motor juga tidak apa-apa. Memang secara fisik ikhwan dan akhwat diberi kekuatan yang berbeda.

eh gini aja klo gitu, klo pengen ada ikhwan yang nemenin ntar satu ikhwan bareng akhwat survey nya, tapi ke jalan yang datar ini” Saya mulai menebak, jangan2 akhwat mau bareng terus sama ikhwan karena takut klo disuruh survey sendiri. “Tidak, pokoknya ikut aja ke sungai” Mereka bersikukuh. Ya udahlah saya nyerah, jalan aja sambil berdoa dalam hati semoga ga ada yang jatuh ngegelinding akhwatnya hehe… singkat cerita semua medan yang dilalui ikhwan dilalui juga sama akhwat, mulai dari nyeberang gunung, masuk sungai dan nyebrang dua kali, naik gunung lagi, lewat pematang etc hanya pas nyebrang sungai mereka agak susah, akhirnya barangnya saya bawain dan mereka dapat nyebrang.

Besoknya saat outbond ternyata akhwat benar-benar melewati medan yang sama dengan ikhwan. Beberapa orang kurang sepakat tapi tidak ada waktu lagi buat survey. Saya cuma bisa berdoa agar semua baik-baik saja.

Dan Alhamdulillah semua selesai dengan lancar tidak ada yang jatuh ngegelinding seperti yang saya khawatirkan, walau ada kelompok akhwat yang tersesat. Dan saat evaluasi ternyata salah satu eval besar adalah rute outbond akhwat. “tuh kan apa saya bilang, kesel nih sama mereka yg ga nyadar klo ikhwan sebenarnya mengkhawatirkan mereka” merasa menang dalam hati..hehehe. Astagfirullah  semoga tidak satu tim lagi bareng mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s