Pemeliharaan Allah SWT terhadap Rasulullah dari kejahiliyahan


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [Al-Ahzab:21]

Sirah (cerita) tentang keteladanan Rasulullah saat beliau telah menjadi Rasul telah banyak dan tentu tidak asing lagi bagi kita. Beberapa sirah tentang integritas beliau di masyarakat Qurays sehingga beliau diberi gelar Al-Amin pun juga sering kita dengar. Tentang kejujurannya dalam berdagang, kecerdasanya dalam mengatasi konflik peletakan hajar aswad dan sebagainya.

Ada sebuah riwayat yang menarik di kajian sirah nabawiyah yang saya ikuti di masjid Salman ITB tanggal 14 Desember 2010. Bahwa Rasulullah memang dijaga oleh Allah agar terbebas dari kejahiliyahan bahkan sejak sebelum diangkat menjadi Rasul, yang tentunya akan sangat berpengaruh pada integritas beliau saat nanti diangkat menjadi Rasul.

Kisah pertama :

“Suatu ketika, Rasulullah SAW tengah mengikuti kaumnya membangun kembali bangunan ka’bah yang sempat roboh. Beliau membantu mereka mengusung batu-batu yang akan ditata dengan tidak melepas jubah bagian bawahnya sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain. Melihat hal itu, pamanya Abu Thalib memintanya untuk melepasnya dan mengenakannya di pundaknya agar tidak lecet terkenan batu. Maka, Rasulullah SAW mematuhi permintaan itu. Namun baru saja ia melakukan adat jahiliyah itu, tiba-tiba ia jatuh pingsan. Maka sejak itu beliau tidak pernah lagi terlihat telanjang” [HR. Bukhari (3/24/no. 364) dan Muslim (1/268/no. 340)]

Telanjang (afwan) adalah sebuah tradisi jahiiyah kaum Qurays, bahkan kita tahu saat mereka Thawah di ka’bah mereka tidak mengenakan baju sama sekali dan itu bercampur antara pria dan wanita. Kondisi jahiliyah yang sangat parah, dan Rasulullah adalah orang yang tidak pernah melakukannya, seperti sirah diatas saat beliau akan melakukan tradisi jahiliyah itu beliau langsung pingsan dan inilah penjagaan Allah terhadap calon RasulNya.

Kisah kedua:

“Imam Al-Baihaqi menuturkan : Zaid bin Haritsah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sama sekali tidak dan belum pernah menyembah berhala. Bahkan, sejak masih hidup dimasa jahiliyah pun beliau sudah sangat menjauhi berhala-berhala tersebut. Terbukti,  beliau tidak pernah mau mengusap berhala Isaf dan Nailah pada saat melakukan Thawaf di ka’bah. Padahal, masyarakat jahiliyah pada waktu itu selalu mewajibkan diri mereka melakukan hal itu, karena termasuk dalam ritual haji ala jahiliyah. [Dalail An-Nubuwah : 2/34, Al-Bidayah : 2/312]

Zaid bin Haritsah adalah anak angkat Rasulullah dan tentunya beliau sangat tahu tentang apa yang dilakukan ayahnya.

Kisah ketiga :

“Aku tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka lakukan di masa jahiliyah, kecuali dua kali. Itupun kemudian dicegah oleh Allah SWT. Setelah itu aku tidak pernah menginginkannya sampai Allah memuliakan aku dengan risalah. Aku pernah berkata kepada seorang teman yang menggembala bersamaku di Mekkah, “ tolong awasi kambingku, karena aku akan masuk kota Mekkah untuk begdanag bersama para pemuda.” Kawan tersebut berkata , “ Lakukanlah” Lalu aku keluar. Ketika aku sampai di kota Mekkah aku mendengar nyanyian, lalu aku berkata,”apa ini?” Mereka berkata, “pesta”. Lalu aku duduk mendengarkannya. Tetapi kemudian Allah menutup telingaku, lalu aku tertidur dan tidak terbangun kecuali oleh panas matahari. Kemudian aku kembali kepada temanku, lalu ia bertanya padaku dan aku pun mengabarkan. Kemudian pada malam yang lain aku katakana kepadanya sebagaimana malam pertama. Maka aku pun masuk Mekkah, lalu aku mengalami kejadian sebagaimana malam terdahulu. Setelah itu aku tidak pernah lagi menginginkan keburukan.” [Ibnu Atsir dan Al-Hakim melalui riwayat Ali bin Abi Thalib]

Semoga cerita diatas semakin  menambahkan kecintaaan dan Iman kita terhadap Rasulullah, mengikuti Sunnahnya dan tidak terpengaruh dengan fitnah-fitnah yang dilontarkan kaum kafir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s