Bisnis?

Salah satu muwashofat (karakter) yang harus dimiliki kader purna Gamais adalah mempunyai maisyah (pemasukan/penghasilan). Sebagai mahasiswa ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memenuhinya. Kemandirian memang harus dilatih bahkan dengan usia sekarang seharusnya mandiri financial sudah menjadi bagian dari hidup.

Menjadi mahasiswa sebenarnya banyak peluang untuk mendapat penghasilan. Namun tentu beberapa skala prioritas harus diterapkan, karena dari pengalaman, mencari penghasilan cukup menyita waktu dan fikiran. Selama di kampus ada beberapa hal yang saya sendiri pernah lakukan. Beasiswa adalah satu hal umum yang didapat mahasiswa ITB, dengan syarat IPK>2,75 saja sudah bisa mendapat beasiswa SPP 4 tahun penuh. Dan saya pun alhamdulillah tidak minta uang SPP ke orang tua. Lomba juga satu hal yang sering dilakukan mahasiswa, beberapa lomba pernah saya ikuti dan hadiah atau sisa biaya lomba dapat digunakan untuk biaya selama dikampus. Ketiga adalah bekerja sambilan, banyak hal yang bisa dilakukan sebenarnya. Saya sendiri pernah memiih untuk mengajar bimbingan belajar. Lumayan setiap sekali pertemuan bisa 30 ribu-40 ribu. Pekerjaan ini bertahan hingga satu semester, sebelum akhirnya saya memilih untuk mundur.

Hal keempat yang saat ini banyak bermunculan yaitu melakukan usaha mandiri atau bisa disebut bisnis. Pekerjaan yang cukup menantang dan menyita waktu. Saya saat tingkat dua dan 4 orang teman pernah menjadi produsen sarapan untuk mahasiswa ITB dengan sebuah produk seperti risoles berlabel Leghizat, singkatan dari lezat, bergizi,sehat. Tentunya isinya sudah kami hitung-hitung mempunyai nutrisi yang cukup seimbang. Keuntungan dari produk ini bisa mencapai 50%. Dengan target pasar mahasiswa ITB sebulan pertama saja, sehari sebenarnya bisa terjual sampai 100 potong. Sayang produk ini hanya kami pertahankan selama tiga bulan karena beberapa hal.

Usaha terakhir yang sampai saat ini masih saya lakukan adalah produksi bibit jamur. Sebenarnya teknik produksi dan pemasarannya saya pelajari saat mengikuti PKM. Ada beberapa produk yang dihasilkan, yaitu bibit jamur Tiram putih, Lingzhi, Shiitake, Kuping, Merang dan Tiram coklat. Jenis bibit yang diproduksi adalah PDA dan F1. Dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas sterilisasi, inokulasi dan inkubasi PAU ITB, sebenarnya usaha ini dapat berjalan dengan baik. Pernah mendapat pesanan dari Kalimantan, Kediri, Lampung dan sebagainya. Satu produk PDA bisa mendapat untung 30-40 ribu dan satu produk F1 bisa mendapat untung 4-5 ribu atau sekitar 40%.

Saat ini usaha tersebut belum saya kembangkan, walau telah mendapat pesanan lagi, saat ini masih saya tolak. Berbagai prioritas harus dilakukan. Bagi saya melaksanakan amanah da’wah khususnya di GAMAIS dan program studi lebih penting dari segala aktivitas lain. Ada orang-orang yang sukses mempunyai usaha, namun amanahnya sedikit terlupakan dan akhirnya membuat progress da’wah kampus terhambat, dulu saya sangat kecewa dengan orang ini, atau orang-orang yang sukses di usaha namun akademiknya hancur. Saat ini saya di kampus dan prioritas terbesar adalah amanah-amanah di kampus dan tentunya akademik. Karena dua hal ini tidak akan saya dapatkan diluar kampus. Biarlah agenda-agenda pribadi menjadi focus saat nanti sudah selesai amanah di kampus.

Yup, silakan pilih usaha yang akan anda jalankan ! kampus akan menyediakan banyak peluang untuk anda, namun jangan lupakan prioritas-prioritas yang berhubungan dengan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s