Pergerakan eksternal KM ITB dan integritas Mahasiswa

Malam Jumat kemarin, saya nonton metroTV dan disana ada dialog (atau lebih tepatnya debat) antara salah satu kader partai pemenang pemilu dengan dua orang wakil massa yang aksi peringatan 1 tahun sby-boediono.  Yah seperti biasa dialognya penuh debat dan saling membela diri. Saya selalu suka dengan dialog-dialog seperti ini, setidaknya kita bisa belajar dari mereka untuk menjadi penerus kehidupan bangsa.

Terlepas dari itu, entah kenapa selama ini gerakan eksternal-politik  ITB dengan KM sebagai elemen utamanya dan kabinet sebagai leadernya seperti tidak terasa, masih teringat saat dulu masih aktif di kabinet dan aksi babakan siliwangi, jangankan diliput media, yang datang saja bisa dihitung dengan jari. Saat menonton acara di metroTV itu saya berfikir kenapa yang berbicara di sana tidak ada satupun dari ITB? Padahal dulu ITB terkenal dengan pergerakan mahasiswanya, aktivisnya, prestasinya dsb. Saat itu disana yang ada adalah dosen UI dan ketua IMM sebagai wakil mahasiswa. Kenapa bukan presiden KM ITB yang berbicara disana ya? Dan kondisi ini pun tejadi di forum2 lain. Mana pernah mahasiswa ITB masuk TV atau aksinya diliput khusus oleh media saat katanya berteriak membela rakyat. Ya mahasiswa ITB hanya menonton (dengan sedikit terlibat sebagai figuran), apakah hal ini sudah sesuai dengan para mahasiswa (yang katanya) mahasiswa terbaik bangsa? Yang nilai2 SNMPTN jauh diatas yg lain dengan kapasitas akademik dan kecerdasan luar biasa? Bagi saya belum cukup, mahasiswa ITB bisa lebih dari itu.

Momen pemilu raya KM ITB yang sebentar lagi seharusnya bisa menjadi titik balik eksistensi eksternal KM ITB. Yah sebagai mahasiswa yang pernah berkecimpung di hampir semua tempat di KM ITB, termasuk di hublu KM, pengawas senator himpunan dan BP serta BPA himpunan, saya ingin melihat seorang presiden KM ITB yang cukup komprehensif. dimana dia bisa membuat KM ITB menjadi sebagaimana mestinya.

Beberapa kondisi yang sempat terfikirkan, yang seharusnya dimiliki KM ITB dan mahasiswa Indonesia pada umumnya dalam fungsi penjaga nilai (guardian of value) sebagai mahasiswa coba saya jabarkan sbb:

1. Dalam rangka membangun integritas

Integritas ini diperlukan dalam gerakan eksternal agar masyarakat, dosen, pemerintah, polisi dsb bener2 melihat mahasiswa sebagai insan akademik yang sesungguhnya. Tidak memandang sebelah mata mahasiswa. Agak sedih juga kemarin saat dialog di metro TV ketika ketua IMM ditanya sama bapak wakil dari parpol “ anda aksi mewakili siapa? Kami dari partai x ini mewakili 62% rakyat yang memilih dalam pemilu, ada indikasi aksi ini ditunggangi” begitu kurang lebih, dan mas dari IMM ini agak bingung menjawabnya. Ya karena memang kita jarang atau tidak pernah bergerak sebagaimana mestinya sebagai wakil rakyat. Apa benar kita sudah punya integritas sehingga kita berani bilang kalo kita gerak atas nama rakyat? Apa pernah kita bertanya pada masyarakat di samping kos kita, bagaimana pendapat mereka tentang kondisi yang mereka alami? Coba Tanya pada diri sendiri dan rakyat tentunya

  • Integritas kepribadian mahasiswa : KM ITB seharusnya bisa mentrigger mahasiswanya menjadi pribadi yang punya integritas pribadi : jujur, bertangggung, santun, dsb
  • Integritas akademik : Pernahkah kita berfikir jika temen2 yang aksi kemarin tu mahasiswa-mahasiswa yang punya IP>3,5 trus ada yang pernah juara lomba nasional dan internasional atau bahkan nemuin inovasi baru dan itu telah terpublish di media massa sebelumnya, tentu masyarakat pun akan dengan lebih mudah simpati dan menerima kita,
  • Integritas lembaga : ya dengan pengabdian pada masyarakat, dengan agenda2 yang bermanfaat tentu lembaga mahasiswa lebih punya integritas. Saya sangat salut ketika dulu saat ITB fair kang ucup bisa mengundang aktivis2 mahasiswa se-Indonesia (sejawa ya faktanya) dan mendeklarasikan sesuatu. Sayang hal ini tidak berlanjut di kabinet berikutnya. Hal ini penting untuk menempatkan KM ITB sebagai salah satu organisasi yang cukup punya andil di mata mahasiswa kampus lain. Saat ini sadar atau tidak integritas kemahasiswaan tercoreng oleh beberapa isu, seperti mahasiswa yang anarkis, di Sulawesi aja tawur mulu, aksi yang ditunggangi parpol dsb.
  • Integritas inipun dapat kita tularkan kepada kampus lain, agar tidak seperti sekarang ada beberapa stigma yang menyatakan aksi mahasiswa anarkis, bikin macet, bahkan mahasiswa di pulau Sulawesi yang terlabel sebagai mahasiswa yang suka bentrok, tawuran spperti tersebut diatas, etc. klo masih seperti ini pantaskah kita bergerak atas nama rakyat? Ya ITB bisa jadi leader seharusnya

2. Dalam rangka pergerakan eksternal

    • Sebenarnya ketika integritas2 diatas telah kita capai dan itu terpublish, pergerakan eksternal akan lebih mudah, saat kita bicara sesuatu dan masyarakat, LSM, dosen, polisi dsb tahu bahwa yang berbicara itu adalah mahasiswa ITB yang dintara mereka punya prestasi akademik sampai internasional, mahasiswa yang sense pengabdian masyarakatnya besar dan signifikan perannya, mahasiswa yang terkenal sholeh, santun dengn integritas pribadinya, mahasiswa yang juga didengar oleh mahasiswa kampus lain dengan integritas lembaga KM ITB itu sendiri dan sebagainya, maka yang perlu dipikirkan lagi hanyalah apa yang akan kita bicarakan pada publik sehingga bangsa ini mengalami perbaikan. Dengan sedikit peran media tentu hasil dari kajian-kajian KM ITB dalam bidang eksternal akan lebih diterima.
    • Gampangnya ketika kita ngomong “A” maka masyarakat langsung sepakat dengan kata “A” itu karena mahasiswa ITB sudah dikenal mempunyai integritas

    Namun sekarang kondisi gerakan eksternal KM ITB tidak seideal itu, ITB tidak banyak dipandang masyarakat dan kampus lain. Saat ini saya cukup bersyukur dengan adanya masjid salman yang jadi masjid percontohan nasional yang sering dikunjungi untuk ditanya bagaimana manajemen masjid yang baik, dipercaya juga mentraining masjid-masjid kampus nasional dsb. Juga adanya GAMAIS ITB sebagai LDK yang dipercaya menjadi badan khusus pelatihan manajemen LDK nasional yang diundang sebagai pengisi di training2 nasional, menjadi calon puskomnas dan sekarang dipercaya sebagai tuan rumah forum nasional LDK. Ada juga himpunan2 dan unit2 yang punya peran penting diskala nasional bahkan internasional. Namun lagi-lagi KM ITB secara utuh belum mempunyai itu.

    Secara sederhana, Saya saat ini hanya ingin melihat seorang presiden KM ITB yang nantinya ia yang akan berbicara di TVOne, di metroTV dan sebagainya dengan segala integritas yang ada di sekelilingnya.

    Apakah itu bisa? Berkaca pada keberhasilan Gamais menokoh dalam waktu setahun (2005 tidak dianggap, 2006-2007 sudah menjadi LDK nasional yang cukup dikenal) harusnya KM juga bisa

    Salah satu kuncinya adalah kesinambungan, karena tidak mungkin semua beres dalam setahun saja. Titik penting nya adalah setiap ganti pemimpin tidak harus mulai dari nol lagi. Dan mungkin kabinet KM ITB dengan kongres bisa juga bikin sebuah platform yang menjadi arahan gerak selama 5 tahun misalnya. Seperti blueprint Gamais yang dibuat 2005

    “KM ITB  berintegritas  sebagai leader isu & pergerakan eksternal mahasiswa Indonesia”

    Wahyu Eko Widodo

    Pharmaceutical Science & Technology, Bandung Institute of Technology, 2007

    Badan Perwakilan Angkatan HMF 2010, Sekjen GAMAIS ITB 2010,

    Sarjana Farmasi pada  Sabtu 16 Juli 2011

    One response to “Pergerakan eksternal KM ITB dan integritas Mahasiswa

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s