Waktu itu begitu….

Saat fajar ini aku bangun, aku tersadar bahwa malam itu sungguh singkat

Sampai-sampai aku tak sempat bangun menghadapNya

Saat Aku kembali memejamkan mata pun aku tersadar bahwa satu hari sungguh singkat

Sampai-sampai aku tak sadar betapa sedikit amalku hari ini

Saat tinggal sebulan aku memegang amanah ini, aku tersadar bila setahun pun sungguh singkat

Entah apa yang dapat kuberikan dan kudapat dari amanah ini

Saat hampir empat tahun sudah aku lalui kehidupan di kampus, aku kembali tersadar bila 4 tahun sugguh singkat

Sampai-sampai target-targetku dulu terasa hanya menguap tanpa sisa

Saat sekarang usiaku menginjak dewasa, lagi-lagi aku tersadar bahwa masa remaja sungguh singkat

Sepertinya kapasitas yang kupunya belum cukup membuatku dewasa

Dan saat ini, setelah fajar ini, setelah 4 tahun di kampus ini dan setelah 20 tahun menjalani hidup ini

Aku tak mau aku tersadar di ujung waktu lagi

Aku tak mau tersadar nanti, saat ajal sebentar lagi, bahwa ternyata hidup ini pun sungguh singkat

Aku mau tersadar hari ini, dan amalan-amalanku lah yang akan menemani selama sisa hidup ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s