Kebangkitan Nasional dan Visi Bangsa

Kebangkitan Nasional, 20 Mei, satu hari bagi bangsa Indonesia yang dianggap sebagai hari pertama kebangkitan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, saat itu tahun 1908, menuju kemerdekaan. Walaupun tidak semua orang sepakat dengan dijadikannya hari ini sebagai hari kebangkitan, karena sebenarnya kebangkitan bangsa Indonesia telah ada semenjak berdirinya Sarikat Dagang Islam. Tidak apalah, yang penting adalah bagaimana kita memaknainya, bukan tanggal berapanya.

Sudah lama bangsa ini melakukan perjuangan menuju harkatnya sebagai bangsa yang bermartabat. Satu hal yang harus diperhatikan, apakah sebenarnya tujuan dari bangsa kita dari setiap masanya?

Jika dahulu sebelum kemerdekaan, maka jelas, tujuan setiap rakyat Indonesia sama, yaitu merdeka. Bahkan sampai ada semboyan : merdeka atau mati!. Semboyan yang memperlihatkan semangat bangsa Indonesia saat itu. Setelah Ir. Sukarno muncul sebagai seorang pemimpin pun semangat ini semakin terlihat. Dari sejarah kita tahu ketika Sukarno berpidato, rakyat berbondong-bondong datang ke lapangan, ketika Sukarno berkata “merdeka!” maka disetiap sudut kota, di setiap gang, bahkan sampai ke pelosok nusantara kata itu terdengar atau tertuliskan di tembok-tembok, di jembatan sampai ke gubuk di desa.

Kemudian masa itu berlalu, entah bagaimana sejarah yang benar yang jelas Ir. Sukarno digantikan oleh Jendral Suharto. Masa ini, walau banyak orang yang mengritik, namun jelas, bangsa Indonesia mengalami tahap pembangunan. Dengan adanya Rencana Pembangunan Jangkat Panjang selama 25 tahun yang dijabarkan dengan Pelita (pembangunan lima tahun) sekarang kita dapat melihat hasilnya, pembangunan tersebut dapat kita rasakan manfaatnya walaupun menurut banyak orang pembangunan selama 32 tahun ini tidak signifikan.

Masa Suharto pun selesai, diganti dengan masa Reformasi. Dengan semangat perubahan di berbagai bidang, keterbukaan, dan sebagainya memang terasa ada perbaikan, namun sebentar dan sedikit. Saat ini, tahun 2010 apa yang kita rasakan? Tidak banyak perubahan berarti, pergantian pemimpin berkali-kali seolah hanya sebuah perebutan kekuasaan. Rakyat yang miskin tetap miskin, pembangunan tetap terpusat di kota, berbagai usaha memang dilakukan, tapi ternyata tidak efektif secara nasional. Dan kita pun bisa memprediksi, jika bangsa ini tetap seperti ini, tidak mempunyai visi yang jelas kemudian dengan seluruh rakyat bersama-sama memperjuangkannya (seperti saat rakyat yang dipimpin sukarno memperjuangkan kemerdekaan) tentu bangsa Ini tetap akan menjadi bangsa yang dipandang sebelah mata.

Tidak bosankan kita dengan peringkat korupsi Indonesia? Tidak bosankah kita dengan kemiskinan yang merajalela? Tidak bosankah kita prestasi olahraga yang terus jatuh? Tidak bosankah kita dengan kondisi politik yang hanya memperebutkan kekuasaan? Tidak bosankah kita dengan kualitas manusia Indonesia yang jauh dari bangsa lainnya? Bahkan pemuda yang seharunya menjadi motor utama bangsa malah akrab dengan miras dan narkoba. Banyak, banyak yang harus diperbaiki. Bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga kita semua, sebagai rakyat Indonesia.

Satu hal pasti yang saat ini bangsa kita belum mencapainya, satu hal yang tentu dapat menjadi solusi dari setiap permasalahan yang ada, yang dapat dijadikan visi bersama, dan tentu perlu kerja keras dari setiap elemen bangsa. Apakah itu? Ya! Itulah kemandirian bangsa

Pernahkan anda membayangkan bangsa ini tidak lagi harus mengimpor beras dari Thailand atau Vietnam? Software-software komputer tidak lagi membeli dari Amerika, bahan baku obat tidak lagi mengimpor dari Jerman, ekonomi dan mata uang tidak lagi tergantung pada ekonomi Negara adidaya? Dan ketika pemimpin Negara adidaya tersebut datang ke Indonesia maka kita tidak lagi didikte olehnya? Kemudian setiap lini dan bidang di negeri Ini diisi oleh anak-anak bangsa yang ahli di bidangnya, hal itu bukan mimpi. Bangsa yang mandiri dan bermartabat bukan cuma angan belaka. Masyarakat madani itu dapat kita wujudkan, jika setiap rakyat Indonesia memang telah terbina, yang tentu akan berimbas kepada keluarga, kemudian masyarakat dan selanjutnya Negara. Tidak ingatkah kita bahwa jepang bangkit sampai menjadi macan asia tidak lebih dari 30 tahun setelah di bom atom? atau lebih lagi saat Rasulullah membangun masyarakat madani dalam waktu tidak lebih dari 10 tahun? Bahkan saat itu masyarakat arab benar-benar dibangun dari keadaan yang menyedihkan, jauh lebih menyedihkan dibanding jepang yang di bom atom atau Negara Indonesia saat ini.

Maka janganlah anda berkecil hati ketika melakukan kontribusi sekecil apapun,karena itu adalah bagian dari sebuah narasi besar yang insyaAllah akan kita lihat hasilnya nanti.

Semoga hal itu dapat kita lihat, Indonesia yang Mandiri dan Masyarakat Madani yang Rabbani

~sebuah pemikiran Mahasiswa~

One response to “Kebangkitan Nasional dan Visi Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s