Ruhul Istijabah

Tema ini menutup hari jumat ku, di pekan terakhir mei 2010 ini. Sekarang tepat pukul 00.00 dan aku mulai menulis lagi . Hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya dalam dua pekan ini. Hari ini aku bisa bebas dari depan laptop, fotokopian slide dan buku-buku itu, UAS selesai =D. Menyenangkan bisa melakukan berbagai hal di satu hari. Setelah UAS, sholat jum’at, ngurusin temu kader terpusat GAMAIS, briefing Isef dan forsil OHU OSKM aku kembali ke lingkaran, agak telat dan yang dibahas adalah ruhul istijabah.

Pernahkah anda nempel-nempel publikasi malam-malam sendiri ? atau Cuma berdua ? atau suatu saat anda ditunjuk jadi ketua panitia padahal saat itu beban akademik juga menumpuk, dan banyak pengorbanan yang anda lakukan ? waktu, dana, perasaan? banyak hal dan anda menerimanya dengan senang hati,ikhlas karena yakin bahwa Allah kan memberikan balasan yang sesuai dengan apa yang kita kerjakan. Inilah salah satu contoh dari apa yang dinamakan ruhul istijabah dalam da’wah.

Ruhul istijabah dibagi menjadi 4 tahap

1. Istijabah fikriyah
Yaitu semangat secara fikir, dimana ketika ada suatu hal/masalah dalam da’wah dengan sepenuh kemampuan fikiran kita, kita ikut serta dalam mencari solusinya

2. Istijabah Nafsiyah
Bila semangat dalam da’wah itu telah menyatu dengan emosional kita, sehingga setiap agenda yang kita lakukan, apapun peran kita, akan sangat menyenangkan bagi kita

3. Istijabah maaliyah
Istijabah ini sudah mencapai ke dalam pengorbanan. Pengorbanan materi salah satunya tentunya dengan disertai kesadaran dalam berfikir dan kesenangan dalam emosi. Bukan keterpaksaan

4. Istijabah Harokiyah
Mencakup segala hal diatas yang terorganisir dalam suatu harokah. Apapun yang diperintahkan asal itu memang sesuai dengan Islam, maka dengan semangat membara kita akan melaksanakan.

Kurang lebih seperti itu, mungkin ada yang sedikit terdistorsi dari penjelasan diatas karena saat dijelaskan sudah cukup mengantuk. Satu hal yang pasti, kita sampai saat ini sudah dibina hingga seperti ini. entah sudah berapa banyak keringat, dana, waktu dan banyak hal lain yang telah pendahulu kita, kakak-kakak kita korbankan, untuk kita. Maka sudah sepantasnyalah kita mempunyai ruhul istijabah dalam da’wah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s