Histamin dan alergi

Sering kali kita mengalami alergi, misal alergi kulit yang menjadi merah, gatal dan bentol sampai alergi yang membuat sesak nafas. Ketika jari kita tertusuk jarum atau kita terluka, kita langsung merasakan sakit atau nyeri. Nyeri ini terasa juga saat kita sakit gigi atau penyebab-penyebab lain. Sebenarnya kenapa kita bisa merasakan hal ini? Kenapa rasa nyeri itu bisa diteruskan oleh saraf ke otak dan interprestasikan sebagai nyeri? Jawabanya adalah adanya senyawa/zat dalam tubuh kita (senyawa endogen) yang disebut dengan Otokoid. Konsep ini akan menjadi salah satu dasar ditemukannya berbagai obat yang saat ini sering dikonsumsi seperti parasetamol, aspirin, sampai morfin.

Otokoid adalah zat yang dihasilkan oleh sel tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan suatu efek fisiologis.

Jenis-jenis otokoid antara lain :
1. Histamin
2. Eikosanoid, meliputi prostaglandin, tromboksan, leukotrien dan prostasiklin.
3. Serotonin
Histamin

Histamin merupakan mediator kimia turunan asam amino histidin, banyak terdapat di paru-paru, kulit dan saluran cerna. Zat ini disekresikan saat terjadi luka, saat alergi yang dipengaruhi antibody IgE atau tanpa IgE. Efek yang ditimbulkan antara lain dilatasi (pelebaran) pembuluh darah, tekanan darah turun, meningkatnya permeabilitas kapiler, efek gatal, konstriksi bronkus dan peningkatan asam lambung.

 

Karena adanya efek merugikan, maka sekarang dibuat obat yang berfungsi sebagai antagonis histamine yang sering disebut golongan antihistamin. Obat ini sering kita temukan pada obat-obat alergi atau obat flu pun juga ada yang mengandung antihistamin.
Antihistamin digolongkan menjadi dua generasi. Generasi pertama meliputi tipe etilendiamin, contohnya prometasin, tipe kolamin contohnya difenhidramin, tipe propilamin contohnya feniramin dan CTM, terakhir tipe lain-lain (tidak termasuk tiga tipe diatas) contohnya klemastin. Masing-masing tipe mempunyai karakteristik masing-masing baik dalam segi efek farmakologi, efek samping maupun harganya. Di pasaran kita pasti lebih sering mendengar CTM karena memang obat ini tergolong murah. Kemudian generasi kedua antara lain tipe etilendiamin contohnya Cetirizin dan tipe lain contonya feksofenadin.

Secara umum penggunaan antihistamin antara lain :
1. Anti alergi
2. Penekan gejala influenza
3. Anti mual, dan
4. Anti tukak lambung

Yang perlu diperhatikan adalah setiap obat mempunyai efek samping sehingga harus diperhatikan penggunaanya. Efek samping dari antihistamin secara umum adalah mengantuk, mulut kering, gangguan saluran cerna, gangguan urin dan terkadang iritasi. Banyak sekali obat yang dapat meyebabkan efek mengantuk karena obat tersebut menekan susunan saraf pusat. Maka sering kita melihat pada kemasan obat bahwa kita dilarang mengendalikan kendaraan setelah minum obat tersebut.

– Sumber : kuliah Farmakologi, Farmasi ITB-

One response to “Histamin dan alergi

  1. Dari Antihistamin yg ada Q cm pernah make CTM kekny, soalnya yg lain terdengar asing ^^
    CTM juga bisa buat alergi udara dingin kah ? apa bisa buat mengatasi flu? kalau alergi bulu kucing yg jelas pasti ga bisa😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s