Perguruan tinggi, Mahasiswa dan Mayarakat

Hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terikat oleh atau yang mengikatkan diri pada suatu asas tertentu ( Tejoyuwono Notohadiprawiro, 2006 ). Sebenarnya perguruan tinggi sendiri juga termasuk masyarakat, yaitu masyarakat yang menganut asas pada profesionalisme ilmiah, masyarakat yang dimaksud lebih sering kita sebut dengan “ masyarakat kampus “. Perguruan tinggi adalah masyarakat yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu elemen pengajar atau pendidik ( disebut pula staf akademik atau dosen ), elemen pelajar atau anak didik ( disebut mahasiswa ) dan elemen non-edukatif, elemen ketiga ini terdiri dari pegawai teknik (studio, laboratorium, kebun, kebersihan, dan sebagainya), tata usaha dan keuangan serta pegawai non-spesifik (pesuruh, penjaga, dan lain-lain). Sedangkan menurut Chairuddin P. Lubis dari Universitas Sumatra Utara tiga utama elemen diatas dilengkapi dengan elemen sarana dan prasarana.

Perguruan tinggi sebagai masyarakat kampus tidak akan lepas dari lingkungannya yaitu masyarakat secara universal, di ruang lingkup Negara Indonesia yang dimaksud masyarakat universal yaitu rakyat atau masyarakat Indonesia itu sendiri, sehingga masyarakat kampus pun menjadi bagian dari masyarakat dan kebudayaan Negara Indonesia. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 5 tahun 1980 tentang pokok-pokok organisasi Universitas/Institut negeri pasal 3, bahwa tugas pokok Universitas/Institut adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran diatas perguruan tingkat menengah, yang berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia secara ilmiah. Selanjutnya pada pasal empat disebutkan bahwa pendidikan dan pengajaran merupakan satu kesatuan dengan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam bab umum dijelaskan bahwa “universitas/Institut sebagai salah satu aparat pelaksana departemen Pendidikan dan Kebudayaan………. perlu dibina, disempurnakan dan ditertibkan secara terus-menerus, agar dapat mampu menjadi alat yang efektif dan efesien, sehingga mampu melaksanakan tugas umum pemerintah……… .”, sehingga mandat utama perguruan tinggi di Indonesia adalah memberi nilai tambah dan mengabdi untuk masyarakat dan pemerintah setempat ( Irwandi, 2009 ).

Jika melihat lebih jauh lagi, perguruan tinggi sebagai masyarakat kampus mempunyai tiga amanat penting yang terangkum dalam tri dharma perguruan tinggi :

1. Pendidikan dan pengajaran

2. Penelitian

3. Pengabdian masyarakat

Disana terdapat hubungan yang sangat erat antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Pengabdian masyarakat sudah jelas tercantum, hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah ada. Selain itu dharma pendidikan dan pengajaran serta penelitian pun juga pasti berhubungan dengan masyarakat (dalam arti universal). Dharma pendidikan dan pengajaran memposisikan perguruan tinggi sebagai agen transfer ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang dianut oleh insan akademis, dimana mahasiswa yang akan menjadi penerus bangsa mendapat bekal untuk melanjutkan kehidupan bangsa Indonesia nantinya. Fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa pada akhirnya insan-insan akademis yang telah mendapat bekal inilah yang mempunyai peran di masyarakat, sebagai contoh, presiden pertama Indonesia sekaligus prokalamator kemerdekaan Indonesia, Ir. Sukarno, merupakan hasil pendidikan dari perguruan tinggi, tepatnya di Technische Hooge School (THS) yang merupakan cikal bakal Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian bisa kita lihat tokoh lain seperti Dr. Soetomo, Drs. Muhammad Hatta atau sekarang tokoh-tokoh seperti B.J. Habibie, Amien Rais, Aburizal Bakrie dan lain-lain merupakan agen-agen pengabdi masyarakat hasil pendidikan dari perguruan tinggi. Dharma penelitian pun begitu juga, pada akhirnya pun semua diarahkan kepada pangabdian kepada masyarakat, terbukti dengan adanya lembaga-lembaga penelitian yang memang difokuskan untuk mengabdi kepada masyarakat seperti Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M Dikti), lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat – ITB, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia dan lembaga-lembaga sejenis lain yang ada di Indonesia. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa perguruan tinggi dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat dimana mandat utama perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat yang kemudian dengan segala elemen yang ada mentransformasikan masyarakat menjadi masyarakat madani.

Beberapa Bentuk Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa ITB

Sebagai bagian dari Masyarakat kampus, Mahasiswa juga harus berperan bagi masyarakat. Di ITB, hampir di setiap organisasi mahasiswa terdapat divisi pengabdian masyarakatnya. Beberapa contoh kegiatan yang besar diantaranya :

1. Program Palapa Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) ITB

‘Tim Palapa berhasil membangun pembangkit listrik tenaga air skala pikohidro di desa tertinggal, desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Sabtu (21/02/09), bertempat di desa Jayamukti, Tim Palapa ITB melakukan launching sebagai pertanda telah diserahkannya pembangkit listrik tersebut kepada warga setempat. “Kita dari awal telah bekerja sama dengan masyarakat dalam merencanakan dan membangun pembangkit tersebut,” ujar Randi Putra, ketua Palapa Jaya’ (http://www.itb.ac.id/news/2344.xhtml diakses tanggal 3 Maret 2009 pukul 10.30 WIB)

Sebagaimana disebutkan dalam artikel diatas program yang cukup berhasil dan cukup bermanfaat yang dilakukan mahasiswa ITB adalah program palapa HME ITB ini.

2. Proyek HIMATEK untuk pengabdian masyarakat 2008

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB (HIMATEK) pada tahun 2008 juga melakukan rangkaian pengabdian masyarakat, yaitu :

1. Proyek Reklamasi Air Bersih

“ Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak setahun yang lalu, ketika mahasiswa Program Studi Teknik Kimia angkatan 2006 melakukan kerja besar, membangun unit pengolahan air bersih berbasis teknolpogi membran di Desa Cililin. Teknologi ini dikembangkan di Kelompok Keahlian Perancangan dan Pengembangan Proese Teknik Kimia ITB oleh Dr. I Gede Wenten. Unit ini dibangun oleh mahasiswa dan dibantu oleh masyarakat setempat….” (http://sampahbandung.blogspot.com/2008/05/proyek-himatek-untuk-pengabdian-pada.html )

2. Pembelajaran Pembuatan Kompos

“ Sudah dimulai beberapa tahun yang lalu di kawasan Cisitu Baru, dan tahun lalu kegiatan diteruskan di Desa Legok Hilir, Dago. Mengesankan, ketika mendengar bagaimana mahasiswa masuk ke sana dan melakukan pelatihan bagaimana membuat kompos dari sampah organik pada masyarakat. Hebatnya, ternyata mahasiswa tidak berhenti sampai di sana saja. Proses monitoring dan evaluasi dilakukan sepanjang tahun dan proses pembelajaran ini ternyata berhasil memotivasi sekitar 50% dari total kepala keluarga yang dilatih setahun yang lalu.”

(http://sampahbandung.blogspot.com/2008/05/proyek-himatek-untuk-pengabdian-pada.html )

3. Desa Mitra-KM ITB

“ Desa Mitra merupakan suatu bentuk kegiatan yang dirancang oleh Departemen Pengabdian Masyarakat Keluarga Mahasiswa ITB sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa ITB terhadap pemasalahan sosial dan memanfaatkan disiplin ilmu mahasiswa ITB melalui penyelesaian permasalahan tersebut pada sebuah komunitas masyarakat skala desa sehingga bisa menjadikan sebuah desa menjadi mandiri. Oleh karena itu, Desa Mitra PM KM ITB mengadakan suatu kegiatan yaitu Composting di Desa Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat desa dan berangkat dari masalah-masalah yang dihadapi oleh desa tersebut. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ikon bagi kegiatan kemahasiswaan yang dapat menumbuhkan, memelihara dan meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa ITB terhadap gejolak dan masalah yang ada serta berkembang dalam masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan mahasiswa di ITB sebagai potensi nyata dalam menerapkan pengabdian pada berbagai cabang pofesi teknologi yang saling bekerjasama sehingga timbul kesadaran yang nyata dan terintegrasi dalam pengabdian masyarakat.”

(http://www.km.itb.ac.id/web/index.php?option=com_content&view=article&id=163:desa-mitra&catid=66:informasi-informasi-tentang-aliansi-desa-mitra&Itemid=72 )

Demikian sebagian dari bentuk pengabdian mahasiswa ITB bagi masyarakat, yang tentunya dapat dijadikan bahan percontohan dan tentunya menjadi bentuk aplikasi dari Tri Dharma Perguruan tinggi itu sendiri.